Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Film Songko Segera Tayang, Angkat Legenda dari Minahasa

Rifaldi Putra Irianto
03/4/2026 15:52
Film Songko Segera Tayang, Angkat Legenda dari Minahasa
Poster film Songko.(Dok. Film Songko)

INDUSTRI perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh film horor yang terinspirasi dari legenda lokal. Dunia Mencekam Studio bekerjasama dengan Rumah Produksi Santara resmi memperkenalkan film perdananya berjudul Songko, yang diangkat dari kisah legenda yang berkembang di masyarakat Sulawesi Utara, khususnya wilayah Minahasa dan Tomohon. 

Film Songko sekaligus jadi debut penyutradaraan Gerald Mamahit di layar lebar. Sebelumnya, Gerald dikenal sebagai penulis skenario di sejumlah film horror populer. Melalui film Songko, Gerald tidak hanya menghadirkan kisah horor yang menegangkan, tetapi juga mencoba menggali kekayaan cerita rakyat dari Indonesia Timur. 

“Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa. Kami ingin menghadirkan horor yang terasa autentik, bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga memiliki akar cerita yang kuat dari tradisi lokal,” ujar Gerald Mamahit dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (2/4)

Film Songko dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, yang akan membawa penonton masuk ke dalam atmosfer misteri dan ketakutan yang menyelimuti sebuah desa di Tomohon. Bagi Khiva Iskak, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman yang sangat berbeda karena cerita yang diangkat terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

“Yang membuat film ini menarik adalah karena kisahnya berasal dari legenda yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat. Saat menjalani proses syuting di Tomohon, suasananya terasa sangat kuat dan mendukung atmosfer cerita. Itu membuat pengalaman bermain di film ini terasa sangat intens,” ungkap Khiva Iskak.

Sementara itu, Annette Edoarda mengaku tertarik bergabung dalam film ini karena kekuatan ceritanya yang berbeda dari horor kebanyakan. “Songko bukan hanya film horor biasa. Ceritanya tentang ketakutan, tuduhan, dan bagaimana sebuah desa bisa terpecah karena teror yang tidak mereka pahami. Itu yang membuat cerita ini terasa sangat emosional sekaligus mencekam,” kata Annette Edoarda.

Sebagai bentuk komitmen terhadap konsep hyperlocal storytelling, tidak hanya menjadikan Sulawesi Utara sebagai latar cerita. Tim produksi bahkan membangun area set lokasi syuting di kaki Gunung Lokon, Tomohon, yang dirancang bukan sekadar instalasi sementara, melainkan sebagai infrastruktur kreatif berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman daerah dalam jangka panjang. 

Sinopsis Film Songko

Film Songko berlatar tahun 1986, sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, dilanda teror yang membuat warganya hidup dalam ketakutan. Satu per satu perempuan muda ditemukan tewas secara mengenaskan tanpa penjelasan yang pasti. Warga desa mulai percaya bahwa kematian tersebut bukanlah kejadian biasa. Mereka meyakini bahwa desa mereka didatangi oleh Songko, makhluk misterius yang dipercaya mengincar darah suci dari perempuan muda demi memperoleh kekekalan.

Ketakutan perlahan berubah menjadi kecurigaan. Tuduhan demi tuduhan mulai bermunculan, hingga akhirnya mengarah kepada keluarga Mikha. Helsye, ibu tiri Mikha, dituduh menjadi dalang yang memanggil Songko ke desa mereka. Ketika rasa takut berubah menjadi kemarahan, desa pun mulai terpecah. Persaudaraan retak, kepercayaan hancur, dan konflik antarwarga tak terelakkan.

Namun teror yang sebenarnya belum dimulai. Karena Songko tidak hanya mengincar korban, tetapi juga membawa petaka bagi siapa pun yang berada di sekitarnya. Teaser trailer perdana film Songko pun telah dirilis di Youtube, adapun Film Songko akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya