Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI sekaligus komposer berbakat, Isyana Sarasvati, kini tengah diterpa isu miring. Jagat media sosial, mulai dari Threads hingga X (Twitter), diramaikan dengan tudingan bahwa pelantun lagu "Tetap Dalam Jiwa" ini telah bergabung dengan sekte satanik atau kelompok okultisme. Pemicunya adalah penggunaan visual simbol mata satu yang muncul secara mencolok dalam promosi babak terakhir album kelimanya yang bertajuk ELEKTIKO.
Keriuhan ini bermula saat Isyana merilis teaser untuk bagian terakhir albumnya, yaitu babak ABADHI, pada awal Maret 2026. Dalam video singkat tersebut, terlihat sebuah simbol mata satu yang dikelilingi oleh kobaran api dengan latar belakang berwarna merah darah dan hitam pekat. Narasi dalam video tersebut pun terdengar misterius: "Ambang batas sebelum kamu masuk ke ranahku. Sebelum kamu menyebrang. Bersiaplah dan pertanyakan semuanya."
Sontak, visual tersebut memancing reaksi keras dari sebagian netizen. Beberapa akun menuding bahwa Isyana sedang melakukan soft selling terhadap simbol-simbol yang sering dikaitkan dengan Illuminati atau gerakan satanisme global. "Dugaanku pergerakan s4t4nic ini sudah sampai merekrut banyak musisi Indonesia," tulis salah satu pengguna media sosial yang viral.
Meski terlihat menyeramkan bagi sebagian orang, simbol tersebut memiliki makna mendalam dalam konteks karya Isyana. Berdasarkan eksplorasi artistiknya, simbol mata satu di babak ABADHI merupakan representasi dari "Mata Kesadaran" atau pengawasan terhadap diri sendiri di ambang transformasi besar.
Sejak beralih genre ke progressive rock dan metal melalui album Lexicon (2019), Isyana memang sering menggunakan estetika yang lebih gelap dan teatrikal. Baginya, visual tersebut adalah alat komunikasi untuk menyampaikan emosi yang kompleks yang tidak bisa diwakili oleh musik pop konvensional. Simbol tersebut melambangkan titik transisi manusia saat harus menghadapi kenyataan pahit sebelum mencapai keabadian (Abadhi).
Menanggapi tuduhan tersebut, Isyana melalui berbagai sesi bincang kreatif mengenai albumnya menegaskan bahwa dirinya adalah seorang seniman yang mengutamakan kebebasan berekspresi. Ia tidak ingin kreativitasnya dibatasi oleh ketakutan terhadap persepsi publik yang sering kali terjebak dalam teori konspirasi.
Isyana Sarasvati dikenal sebagai musisi dengan latar belakang pendidikan musik klasik yang sangat kuat. Penggunaan simbolisme dalam seni rupa dan musik bukanlah hal baru dan sering kali digunakan untuk tujuan estetika murni atau metafora filosofis.
Pada akhirnya, kontroversi simbol mata satu di album Isyana Sarasvati menjadi pengingat bagaimana sebuah karya seni dapat ditafsirkan secara berbeda oleh masyarakat. Bagi Isyana, ini adalah bagian dari "pertanyaan" yang ia lemparkan kepada pendengarnya. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved