Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tahun 2026, nama Emily Brontë kembali menjadi perbincangan hangat seiring dengan rilisnya berbagai adaptasi sinematik modern dari mahakaryanya. Meskipun ia meninggal di usia yang sangat muda, 30 tahun, warisan literatur yang ia tinggalkan memiliki resonansi yang luar biasa kuat. Emily Brontë adalah anomali dalam sejarah sastra Inggris—seorang wanita yang hidup dalam kesunyian padang Yorkshire namun mampu melahirkan karya yang sangat provokatif.
Diterbitkan pada tahun 1847 dengan nama samaran Ellis Bell, Wuthering Heights awalnya tidak langsung mendapatkan pujian. Masyarakat Victorian merasa terganggu dengan penggambaran kekejaman fisik dan mental yang ada di dalamnya. Namun, justru elemen-elemen inilah yang membuatnya abadi.
Novel ini bukan sekadar kisah cinta. Ia adalah studi tentang dendam, kelas sosial, dan obsesi yang melampaui kematian. Melalui karakter Heathcliff dan Catherine Earnshaw, Emily Brontë menciptakan pola dasar (archetype) hubungan destruktif yang terus dipelajari dalam psikologi sastra hingga saat ini.
Meskipun Emily hanya menulis satu novel, ia meninggalkan warisan puisi yang sangat signifikan. Sebelum menerbitkan novelnya, Emily bersama saudara-saudaranya, Charlotte dan Anne, menerbitkan kumpulan puisi berjudul Poems by Currer, Ellis, and Acton Bell (1846).
| Penulis | Karya Terkenal | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Emily Brontë | Wuthering Heights | Gairah liar, alam, dan elemen Gothic mistis. |
| Charlotte Brontë | Jane Eyre | Perjuangan wanita dan moralitas sosial. |
| Anne Brontë | The Tenant of Wildfell Hall | Realisme sosial dan kritik terhadap pernikahan. |
Karya Emily Brontë tetap relevan karena ia menyentuh bagian dari kemanusiaan yang sering kita sembunyikan. Di era digital tahun 2026, intensitas emosi dalam tulisan Emily memberikan pelarian yang jujur dan mentah. Ia mengajarkan kita bahwa sastra tidak harus selalu tentang keindahan, tetapi tentang kebenaran emosi, betapapun gelapnya itu.
Temukan resensi mendalam novel Wuthering Heights karya Emily Brontë. Analisis tajam tentang obsesi, balas dendam, dan alasan mengapa karya ini tetap abadi.
Telusuri kehidupan Emily Brontë, pengarang Wuthering Heights. Dari nama samaran Ellis Bell hingga warisan sastra Gothic
Baca review film Wuthering Heights (2026) karya Emerald Fennell. Analisis chemistry Margot Robbie & Jacob Elordi serta kontroversinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved