Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Musikal Perahu Kertas, Ini Cerita Persiapan Zaqqi dan Alya

Rifaldi Putra Irianto
28/1/2026 19:26
Musikal Perahu Kertas, Ini Cerita Persiapan Zaqqi dan Alya
Dewara Zaqqi dan Alya Syahrani(Dok: Musikal Perahu Kertas)

KERINDUAN penggemar akan kisah ikonik karya Dee Lestari, Perahu Kertas, bakal segera terobati. Kisah yang populer pada tahun 2008 lewat medium novel dan berlanjut dalam medium film pada 2012, kini siap dialihwahanakan dalam medium teater musikal. Pementasan itu dijadwalkan pada 31 Januari - 15 Februari 2026 di Jakarta.

Aktor Dewara Zaqqi dan Alya Syahrani yang berperan sebagai Keenan dan Kugy, menyampaikan bahwa musikal perahu kertas jadi perjalanan artistik yang sangat personal. Menjelang hari pementasan, keduanya berbagi cerita mengenai transformasi fisik hingga pergulatan emosional demi menghidupkan karakter legendaris tersebut.

Bagi Zaqqi, memerankan Keenan bukan sekadar menghafal naskah. Ia merasa perlu masuk ke dalam karakter tersebut secara fisik agar bisa membayangkan dirinya sebagai Keenan yang sesungguhnya.

"Salah satu prosesnya adalah dengan memanjangkan rambut dan menguruskan badan. Aku nggak sekurus ini sebelumnya," ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (21/1). 

Selain perubahan fisik, ia juga membaca novelnya berulang kali untuk mencari interpretasi yang tepat. Meski merasa memiliki situasi hidup yang mirip dengan Keenan, Zaqqi mengaku kesulitan dalam hal manajemen emosi.

"Perbedaannya, kalau Zaqqi sedih atau marah, aku biasanya menjadikannya lelucon (make jokes). Sementara Keenan itu karakternya lebih menutup ke dalam. Menahan emosi itu yang paling susah," imbuhnya.

Sementara Alya yang berperan sebagai Kugy mengaku sempat merasa grogi dan bingung di awal proses karena ini adalah peran besar pertamanya di dunia musikal. Dukungan dari sutradara, serta energi dari rekan-rekan cast lainnya menjadi kunci perkembangannya.

"Aku pribadi membaca bukunya berkali-kali untuk tahu bagaimana perjalanan karakter Kugy. Menariknya, selain menemukan sosok Kugy, proses ini juga jadi ajang refleksi diri buat aku. Aku belajar banyak dari cara Kugy menemukan jati dirinya," kata Alya.

Keduanya sepakat bahwa Musikal Perahu Kertas adalah produksi yang sangat kompleks. Selama 2,5 jam pementasan, penonton akan disuguhkan berbagai elemen visual mulai dari mapping, penggunaan properti yang rumit, pergantian kostum yang cepat (quick costume change), hingga kehadiran puppet (boneka).

Alya menambahkan, musikal Perahu Kertas akan berbeda dengan versi film, di mana pada versi film lebih banyak menonjolkan sisi asmara antara Kugy dan Keenan.

“Cerita musikal Perahu Kertas yang akan kami ditampilkan nanti mengambil angle yang berbeda dari filmnya. Di musikal ini kami akan lebih bicara tentang mimpi, perjalanan Keenan dan Kugy menggapai mimpinya. Cinta-cintanya juga masih ada, cuma kita lebih fokus ke mimpi,” tukas Alya. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya