Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dunia hiburan India dan internasional sempat terguncang hebat pada September 2021 ketika berita duka datang dari salah satu aktor televisi paling berbakat, Sidharth Shukla. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi jutaan penggemar, rekan sesama artis, dan keluarga. Sidharth bukan sekadar aktor; ia adalah fenomena televisi yang dikenal karena karismanya, kemampuan aktingnya yang mumpuni, serta kepribadiannya yang lugas namun memikat hati banyak orang.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai perjalanan hidup, puncak karier, hingga momen-momen terakhir dari sang bintang yang namanya melambung berkat serial drama dan reality show populer.
Sebelum dikenal luas sebagai aktor watak, Sidharth Shukla memulai langkahnya di dunia hiburan melalui jalur modeling. Lahir pada 12 Desember 1980 di Mumbai, India, Sidharth memiliki postur tubuh yang atletis dan wajah yang fotogenik, yang menjadi modal utamanya menembus industri yang kompetitif.
Prestasi awalnya yang paling membanggakan terjadi pada tahun 2005, di mana ia mencetak sejarah sebagai orang Asia pertama yang memenangkan gelar World's Best Model dalam sebuah kompetisi yang digelar di Turki. Kemenangan ini mengalahkan kontestan dari 40 negara lain dan membuka pintu lebar bagi kariernya di India. Setelah sukses di dunia model, ia mulai merambah ke dunia iklan televisi sebelum akhirnya mendapatkan peran debutnya di serial TV Babul Ka Aangann Chootey Na pada tahun 2008.
Meskipun telah membintangi beberapa judul, nama Sidharth Shukla benar-benar meledak dan dikenal secara global, termasuk di Indonesia, ketika ia memerankan karakter Shivraj Shekhar dalam serial drama populer Balika Vadhu (di Indonesia dikenal dengan judul Anandhi). Karakter Shiv yang merupakan seorang kolektor distrik yang bijaksana, tegas, namun penyayang, sangat dicintai oleh penonton.
Peran ini tidak hanya memberinya penghargaan bergengsi seperti Golden Petal Awards, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktor televisi dengan bayaran tertinggi di India. Kesuksesan di layar kaca membawanya melangkah ke layar lebar. Pada tahun 2014, Sidharth melakukan debut Bollywood-nya dalam film Humpty Sharma Ki Dulhania yang diproduksi oleh Dharma Productions milik Karan Johar. Dalam film tersebut, ia beradu akting dengan bintang besar seperti Varun Dhawan dan Alia Bhatt, di mana ia mendapatkan pujian atas peran pendukungnya yang kuat.
Sidharth Shukla membuktikan bahwa ia bukan hanya aktor drama, tetapi juga seorang entertainer sejati yang tangguh. Ia mendominasi dunia reality show India dengan memenangkan dua kompetisi besar yang sangat berbeda formatnya:
Di dalam rumah Bigg Boss, kepribadian asli Sidharth terpampang nyata. Ia dikenal sebagai sosok yang dominan, strategis, namun juga memiliki sisi lembut yang setia kawan. Popularitasnya selama acara berlangsung memecahkan berbagai rekor interaksi di media sosial, dan akhirnya, ia dinobatkan sebagai pemenang Bigg Boss 13, sebuah kemenangan yang dirayakan oleh jutaan penggemarnya yang menamai diri mereka sebagai "SidHearts".
Tidak lengkap membicarakan Sidharth Shukla tanpa menyebut nama Shehnaaz Gill. Pertemuan mereka di Bigg Boss 13 melahirkan ikatan yang sangat unik dan mendalam. Chemistry antara Sidharth yang dewasa dan tenang dengan Shehnaaz yang ceria dan kekanak-kanakan memikat hati penonton.
Penggemar menjuluki mereka sebagai "SidNaaz". Meskipun Sidharth selalu menyebut hubungan mereka sebagai persahabatan murni, kedekatan emosional keduanya terlihat jelas hingga akhir hayat Sidharth. Shehnaaz Gill dianggap sebagai salah satu orang yang paling terpukul atas kepergian Sidharth, dan hubungan mereka tetap menjadi salah satu kisah paling manis sekaligus memilukan dalam sejarah pertelevisian India modern.
Pada pagi hari tanggal 2 September 2021, berita mengejutkan menyebar dengan cepat. Sidharth Shukla dilarikan ke Rumah Sakit Cooper di Mumbai setelah mengeluh tidak enak badan. Namun, dokter menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Penyebab kematiannya dikonfirmasi sebagai serangan jantung masif.
Kematiannya di usia yang relatif muda, 40 tahun, memicu diskusi luas mengenai kesehatan jantung dan tekanan stres di industri hiburan. Pemakamannya dihadiri oleh ribuan orang dan diliput secara luas, menunjukkan betapa besar pengaruhnya.
Meskipun fisiknya telah tiada, karya-karya Sidharth Shukla tetap abadi. Serial terakhirnya, Broken But Beautiful 3, yang dirilis di platform digital, mendapatkan pujian kritis yang luar biasa, menunjukkan kematangan aktingnya yang semakin berkembang. Ia dikenang bukan hanya sebagai wajah tampan di layar kaca, tetapi sebagai sosok yang autentik, pejuang yang gigih, dan seniman yang berdedikasi tinggi.
Bagi para penggemarnya di Indonesia dan seluruh dunia, Sidharth Shukla akan selalu dikenang sebagai "Shiv" yang bijaksana dan "Raja Bigg Boss" yang tak tergantikan. Warisannya terus hidup melalui tayangan ulang serialnya dan komunitas penggemar yang terus menjaga namanya tetap harum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved