Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Lastri Arwah Kembang Desa resmi merilis cuplikan perdana. Film horor yang diangkat dari kisah urban legend masyarakat Pati, Jawa Tengah, ini memiliki makna emosional yang mendalam karena menjadi film terakhir aktor Gary Iskak sebelum mengembuskan nafas terakhirnya.
Diketahui, aktor senior Gary Iskak wafat pada Sabtu, 29 November 2025. Aktor berusia 51 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman, Jakarta Selatan, setelah mengalami kecelakaan motor tunggal pada dini hari di hari yang sama.
"Gary Iskak adalah aktor dengan dedikasi luar biasa. Di film ini, dia memberikan totalitas yang sangat tinggi. Bahkan dalam kondisi fisik yang tidak selalu prima, dia tetap fokus dan bertanggung jawab terhadap perannya," kata Sutradarai Hendri Tivo, dalam keterangan pers yang diterima, Senin (22/12).
Gary Iskak memerankan karakter Turenggo dalam film itu, sosok sentral dalam cerita. Sementara Hana Saraswati tampil sebagai Lastri, karakter perempuan yang menjadi inti misteri dalam film ini. Lastri Arwah Kembang Desa mengangkat cerita mistis yang berkembang turun-temurun di Pati. Film ini memadukan horor, drama keluarga, serta konflik emosional yang kuat antar karakter.
Tak hanya itu, Lastri Arwah Kembang Desa juga menghadirkan momen langka dan penuh haru, mempertemukan Gary Iskak dengan putranya, Nando Hilmy, dalam satu layar. Untuk pertama kalinya, ayah dan anak ini beradu akting dalam sebuah film layar lebar.
“Melihat Gary dan Nando bermain dalam satu frame adalah momen yang sangat kuat secara emosional. Itu bukan hanya terasa di kamera, tapi juga di set. Energinya sampai ke seluruh kru,” ujar Hendri.
Adapun film ini juga didukung jajaran pemain lintas generasi, antara lain Audy Bella sebagai Atmi, Yama Carlos sebagai Darman, Joe Richard sebagai Andi, Dodit Mulyanto sebagai Joko (Hansip), Nando Hilmy sebagai Ali, Debby Sahertian sebagai Bu Kandar, hingga Ingrid Widjanarko sebagai Bu Asih. Dengan dirilisnya first look ini, Lastri Arwah Kembang Desa bukan hanya menjadi tontonan horor, tetapi juga karya perpisahan penuh makna dari Gary Iskak sebuah warisan akting yang akan terus dikenang.
Film ini direncanakan tayang di bioskop Indonesia kuartal kedua tahun 2026 dan diharapkan dapat menjadi penghormatan terakhir bagi sosok Gary Iskak, sekaligus menghadirkan pengalaman sinematik yang kuat bagi penonton Indonesia. (M-2)
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
AKTOR senior Gary Iskak berpulang pada Sabtu (29/11) setelah mengalami kecelakaan motor. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, terutama bagi istrinya tercinta, Richa Novisha.
Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan motor di Tangerang Selatan. Sejumlah artis seperti Rizky Billar dan Demian Aditya mengungkapkan duka mendalam dan kenangan bersama almarhum
Richa juga meminta agar semua pihak bersedia memahami situasi keluarga, menghormati privasi mendiang Gary, serta menghapus konten yang terlanjur tersebar.
Kabar meninggalnya aktor Gary Iskak mengejutkan banyak orang.. Gary Iskak meninggal setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat kecelakaan tunggal.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
Film horor Sinners karya Ryan Coogler menorehkan sejarah dengan memenangkan Cinematic and Box Office Achievement di Golden Globe Awards ke-83.
Produser dan penulis naskah suka membuat film dari creature-creature atau demit-demit Indonesia yang belum pernah diadaptasi ke film, seperti tuyul, lampir, dan kini buto ijo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved