Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Jumlah Penonton Avatar: Fire and Ash, Jadi Film Impor ke-14 Tembus 1 Juta Penonton

Fathurrozak
20/12/2025 21:32
Jumlah Penonton Avatar: Fire and Ash, Jadi Film Impor ke-14 Tembus 1 Juta Penonton
Varang(Dok.Avatar: Fire and Ash)

 

SEJAK pertama tayang pada Rabu, (17/12), di bioskop Indonesia, film terbaru James Cameron, Avatar: Fire and Ash kini telah menembus 1 juta penonton.

Dari data estimasi Cinepoint, Avatar: Fire and Ash meraih angka 1 juta penonton pada hari ketiga tayang, Jumat, (19/12). Film ini sekaligus menjadi film impor ke-14 yang meraih 1 juta penonton di bioskop Indonesia.

Sebelumnya, film impor ke-13 yang meraih 1 juta penonton di bioskop Indonesia adalah Zootopia 2. Saat ini, Avatar: Fire and Ash masih memimpin jumlah showtime di jaringan bioskop. Pada Sabtu, (20/12), Avatar: Fire and Ash mendapat jatah 4630 showtimes, menurut Cinepoint.

Kisah di film Avatar: Fire and Ash dimulai beberapa minggu setelah peristiwa dalam Avatar: The Way of Water (2022). Keluarga Sully masih tinggal bersama klan Metkayina di Pandora, sambil beradaptasi dengan kehidupan mereka setelah kehilangan Neteyam dalam pertempuran. 

Jake, Neytiri, Lo’ak, maupun Tuk, Spider, dan Kiri menghadapi duka tersebut dengan cara mereka masing-masing. Di tengah pergulatan emosional keluarga Sully, mereka mulai menyadari keberadaan Spider di antara mereka dapat mengancam keselamatan mereka. 

Setelah bertemu dengan klan Tlalim, yang dikenal sebagai Wind Traders atau para petualang langit, Jake dan keluarga sepakat untuk membawa Spider kembali ke High Camp, sebuah keputusan yang membuka babak baru dalam petualangan mereka.
 
Perjalanan keluarga Sully dan para sekutunya terhambat ketika mereka diserang oleh anggota klan Mangkwan atau yang dikenal sebagai Ash People. Dipimpin oleh Varang, Ash People merupakan kaum Na’vi yang kehidupannya berubah setelah musibah letusan gunung berapi menghancurkan rumah mereka. 

Tragedi tersebut membuat mereka menyalahkan Eywa atas penderitaan yang dialami. Di sisi lain, anggota RDA (Resources Development Administration), dalang di balik peperangan yang merenggut nyawa Neteyam, mulai merencanakan penyerangan mereka selanjutnya. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya