Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

4 Film Animasi Favorit yang Gagal Masuk Nominasi Golden Globe 2026

Cornelius Juan Prawira
10/12/2025 19:25
4 Film Animasi Favorit yang Gagal Masuk Nominasi Golden Globe 2026
Film Animasi Favorit yang Gagal Masuk Nominasi Golden Globe(Dok. Wikipedia)

Pengumuman nominasi Golden Globe 2026 menghadirkan kejutan besar, terutama di kategori Best Animated Feature. Meski beberapa judul yang diprediksi kuat berhasil masuk, sejumlah film animasi populer dan berkualitas tinggi justru gagal meraih nominasi.

Absennya empat film yang sebelumnya menjadi unggulan kritikus dan penggemar ini langsung memicu perdebatan. Banyak yang menilai kualitas visual, kekuatan cerita, hingga pencapaian box office film-film tersebut seharusnya cukup untuk menembus nominasi.

Di bawah ini adalah empat film animasi favorit yang mengalami “snub” terbesar” di Golden Globe 2026.

Daftar Film Animasi yang Gagal Masuk Nominasi Golden Globe 2026

  1.  In Your Dreams - Fantasi keluarga emosional garapan Netflix
  2. Boys Go to Jupiter - Animasi eksperimental bernuansa retro
  3. Ne Zha 2 - Raksasa box office global asal Tiongkok
  4. Scarlet - Anime fantasi karya Mamoru Hosoda

1. In Your Dreams

Film garapan Alex Woo dan Erik Benson ini merupakan salah satu judul yang banyak diprediksi masuk nominasi berkat dukungan penuh dari Netflix.

Sinopsis singkat

Mengisahkan dua kakak beradik yang berpetualang melalui buku gambar ajaib untuk mencari Sandman, setelah menghadapi perceraian orang tua mereka.

Alasan Diprediksi Masuk Nominasi

  • Perpaduan petualangan imajinatif dan drama keluarga yang kuat
  • Visual yang kreatif dan penuh warna
  • Pujian positif dari kritikus

Mengapa Gagal Masuk?

Dalam persaingan ketat dengan judul-judul besar seperti Zootopia 2 dan anime populer Demon Slayer, film ini dinilai kurang menonjol dari sisi inovasi dan daya tarik mainstream bagi sebagian juri.

2. Boys Go to Jupiter

Film ini dikenal sebagai salah satu animasi paling unik dan eksperimental tahun ini.

Gaya Visual & Cerita

  • Menggunakan CGI bernuansa kasar yang terinspirasi dari game retro
  • Mengangkat kisah seorang remaja kurir aplikasi dan makhluk alien kenyal

Nilai Artistik

Film ini memanfaatkan keanehan visualnya untuk menyampaikan kritik sosial mengenai:

  • Hustle culture
  • Kecemasan ekonomi generasi muda

Mengapa Gagal Masuk?

Meski inovatif, gaya eksperimentalnya membuat film ini dianggap kurang universal, sehingga tidak cukup kuat menarik suara mayoritas juri.

3. Ne Zha 2

Inilah “snub” terbesar dari sisi komersial.

Prestasi Box Office

  • Pendapatan global menembus US$2,2 miliar (±Rp36,7 triliun)
  • Menjadi film berpendapatan tertinggi tahun 2025
  • Sebagai lanjutan dari kesuksesan Ne Zha (2019), film ini dinilai mampu menggabungkan aksi epik dengan kisah mitologi Tiongkok modern.

Mengapa Gagal Masuk?

Walau sukses besar secara finansial, film ini dianggap:

  • Kurang memenuhi preferensi juri yang lebih mengutamakan inovasi cerita
  • Tidak terlalu menembus pasar global secara naratif (meski secara komersial sangat dominan)

4. Scarlet

Film anime terbaru garapan Mamoru Hosoda, sutradara peraih nominasi Oscar lewat Mirai dan Belle.

Konsep & Cerita

  • Terinspirasi dari drama Shakespeare Hamlet
  • Mengisahkan seorang putri yang berjuang menuntut balas atas kematian keluarganya
  • Menggabungkan aksi fantasi dan drama emosional

Penerimaan Kritik

  • Mendapat respons positif saat tayang perdana di Venice
  • Dipuji karena visual dan pendekatan emosionalnya

Mengapa Gagal Masuk?

  • Meskipun berkualitas tinggi, film ini dinilai belum cukup kuat untuk menggeser para pesaing utama yang memiliki kampanye promosi besar di pasar internasional.

Kesimpulan

Kegagalan empat film ini masuk nominasi Golden Globe 2026 menunjukkan bahwa:

  1. Persaingan di kategori animasi semakin ketat
  2. Popularitas dan box office bukan jaminan mendapat pengakuan penghargaan
  3. Preferensi juri sering kali mengutamakan aspek inovasi, kedalaman naratif, serta relevansi global

Meski tidak mendapat nominasi, keempat film di atas tetap layak ditonton berkat kualitas visual, kekuatan cerita, dan nilai artistik masing-masing. (hollywoodlife.com/vanityfair.com/huffpost.com/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik