Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM karya sineas dalam negeri masih akan menghiasi layar bioskop pada 2026. Salah satu film yang akan tayang berjudul Bandit, disutradarai dan diproduseri oleh Brian L. Tan “BLT”. Dalam film ini, Brian mengusung genre action-thriller. Pemutaran perdana film ini dilakukan di gelaran Jogja Asian Film Festival (JAFF) 2025 di Empire XXI, Kota Yogyakarta, Selasa (2/12).
"Ini film kedua saya (film sebelumnya Murder Below Deck). Saya paling suka aksi dan thriller. Film ini lengkap, dalam, dan banyak tema menarik yang diangkat," kata dia di sela-sela pemutaran film Bandit, Selasa (2/12).
Film yang skenarionya ditulis oleh Husein M. Atmodjo ini mengambil latar kehidupan masyarakat Bali yang plural. Di balik keindahan dan popularitasnya sebagai daerah tujuan wisata, ada kegelisahan sebagian orang yang sulit untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup. Akibat kesulitan itulah persoalan muncul dari sang tokoh utama Gatra, yang diperankan oleh Wafda Saifan Lubis. Di tengah keputusasaan, salah satu jalan pintas untuk mendapatkan uang adalah dengan melakukan tindak kriminal.
"Saya sangat-sangat paham dengan alasan-alasan mereka melakukan kriminal, simpel karena uang. Alasan itu yang bisa membuat seseorang berperilaku sangat ekstrem," ucapnya.
Brian mengatakan, film Bandit membawa pesan pergulatan hidup yang cukup berat, dari mulai persoalan ekonomi, hubungan keluarga, karma, hingga aparat korup. "Unsur drama dalam film ini juga kuat," imbuh dia.
Ia mengaku, tantangan penggarapan film ini terletak pada anggaran yang dan waktu terbatas. Pengambilan gambar dilakukan selama 3 minggu dan pada malam hari. Pihaknya memastikan film itu akan tayang di bioskop pada 2026, tetapi belum bisa dirilis tanggal dan bulannya. Ia juga mengatakan, film tersebut direncanakan akan dibawa ke festival film luar negeri.
Sepuluh Tahun
Husein M. Atmodjo selaku penulis skenario mengungkap, cerita film itu sudah dibangun sekitar 10 tahun yang lalu. Ia pun sempat menawarkan ke beberapa produser, tetapi belum ada kesepahaman. "Saya kira tahun ini memang waktu yang tepat," terang dia.
Film ini bercerita tentang dua orang bandit, Gatra dan Tiar (diperankan Roy Sungkono), yang bertemu lagi setelah sekian lama terpisah. Pertemuan tersebut dilatari oleh kesulitan keuangan yang dialami oleh Gatra. Di satu sisi, penghasilan dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara istrinya mau melahirkan dan membutuhkan biaya besar untuk merawat kandungan dan persiapan melahirkan.
Kebutuhan itu tanpa rencana membawa mereka pada kenekatan untuk mencuri sebuah mobil. Namun, tindakan itu justru membuat kesulitan mereka menjadi lebih berat karena pemilik mobil yang mereka curi bukan orang sembarangan.
"Kamu akan mati sebelum subuh," kata si empunya mobil kepada Gatra dan Tiar melalui telepon.
Cerita film ini cukup menarik karena menawarkan kejutan di bagian akhir. Selain itu, beberapa tempat-tempat ikonik di Bali juga menjadi latar dalam perjalanan Gatra dan Tiar menemui takdir mereka. (M-2)
Siapa yang nggak sengaja menendang atau memukul pemain lain harus traktir pemain yang kena pukul, biasanya kami beliin kopi atau pizza
Timo ingin menunjukan bagaimana seorang perempuan juga mampu berhadapan dengan laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved