Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SCARLETT Johansson mengungkap pernah ditekan untuk menghapus referensi Holocaust dalam film debutnya sebagai sutradara, Eleanor the Great. Film tersebut dibintangi June Squibb yang berperan sebagai seorang perempuan lanjut usia yang berpura-pura menjadi penyintas Holocaust.
Dalam wawancara dengan Daily Telegraph, Johansson mengatakan pada tahap praproduksi salah satu pendukung finansial film mengancam akan menarik diri, jika unsur terkait Holocaust tidak dihapus dari alur cerita.
“Maksud saya, kalau mereka berkata, ‘Saya akan mendukung ini kalau kalian syuting di New Jersey’, atau ‘Kita harus menyelesaikan ini musim semi ini’, itu masih satu hal. Tapi mereka menolak apa sebenarnya film ini,” ujar Johansson.
Dalam film itu, tokoh yang diperankan Squibb adalah janda Yahudi yang tanpa sengaja bergabung dengan kelompok penyintas Holocaust dan kemudian melanjutkan kepura-puraannya setelah menyadari kesalahannya. Johansson menjelaskan, “[Film ini] harus tentang apa yang terjadi ketika seseorang terjebak dalam kebohongan terburuk yang bisa dibayangkan; jika bukan Holocaust, lalu apa? Mereka tidak menawarkan alternatif. Hanya ‘Ini masalah.’”
Johansson menolak permintaan perubahan dan pendukung tersebut memilih mundur, membuat anggaran film tidak lagi tercukupi. “Itu sangat mengejutkan, dan saya sangat kecewa.” Meski demikian, Johansson mengatakan distribusi akhirnya diambil alih Sony Pictures Classics sehingga produksi tetap berjalan.
Dalam wawancara yang sama, Johansson juga kembali menyatakan dukungannya terhadap Woody Allen, yang pernah mengarahkan dirinya dalam Match Point, Scoop, dan Vicky Cristina Barcelona. “Ibu saya selalu mendorong saya untuk menjadi diri sendiri, [untuk melihat] penting memiliki integritas dan mempertahankan apa yang kamu yakini,” ujarnya.
Allen telah dijauhi sebagian besar industri film setelah tuduhan putrinya, Dylan Farrow, yang mengklaim ia dilecehkan pada 1992. Allen tidak pernah didakwa, dan Departemen Layanan Sosial New York menyatakan saat itu “tidak ada bukti kredibel” yang mendukung tuduhan tersebut. Pernyataan Johansson ini mengikuti komentarnya pada 2019: “Saya mencintai Woody. Saya percaya padanya, dan saya akan bekerja dengannya kapan saja.”
Johansson juga menyinggung keputusannya menggugat Disney atas pelanggaran kontrak terkait rilis film Black Widow yang ditayangkan bersamaan di bioskop dan Disney+. Gugatan itu berakhir dengan penyelesaian yang dikabarkan mencapai US$40 juta.
“Saat kami beralih dari model bonus box office ke pemahaman bagaimana hal itu diterjemahkan ke streaming, semuanya menjadi tidak jelas dan tanpa pedoman. Jadi bisa memberikan dampak adalah langkah yang benar. Tapi ya, saya berharap mendapat lebih banyak dukungan,” ujar Johansson. (The Guardian/Z-2)
KANSELIR Jerman, Friedrich Merz, melontarkan kritik tajam terhadap tindakan militer Israel di Jalur Gaza.
Menurut sutradara film Zone Of Interest Jonathan Glazer, saat ini, Holocaust dan keamanan Yahudi digunakan untuk membenarkan pembantaian, dan pembersihan etnis di Gaza.
Ketua Pusat Peringatan Holocaust Dunia, Dani Dayan, menuduh Elon Musk menghina korban Nazisme.
Pada 27 Januari 2025, peringatan 80 tahun pembebasan kamp Auschwitz-Birkenau digelar dengan kehadiran 56 penyintas Holocaust dan para pemimpin dunia.
Perdana Menteri Sir Keir Starmer menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan bahwa semua sekolah di Inggris mengajarkan tentang Holocaust.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved