Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cinta Laura Ajak Kita Berani Menghadapi Ketidakpastian

Basuki Eka Purnama
29/11/2025 19:38
Cinta Laura Ajak Kita Berani Menghadapi Ketidakpastian
Aktris dan aktivis Cinta Laura(MI/HO)

AKTRIS yang juga aktivis Cinta Laura mengajak kita semua untuk berani menghadapi ketidakpastian.

“Kita sering takut pada hal-hal yang belum terjadi dan ragu mengambil keputusan. Padahal hidup selalu memberi dua pilihan: tenggelam atau berenang. Apa pun yang terjadi, pilihlah untuk terus berenang karena dengan itu, kita akan terus berprogres,” ungkap Cinta saat menjadi pembicara di acara wisuda Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Sabtu (29/11).

Ini merupakan kali pertama Cinta Laura didapuk menjadi pembicara utama wisuda sebuah universitas. 

Cinta kemudian menggarisbawahi bahwa kenyamanan tidak selalu hadir di awal karier. 

“Work-life balance tidak selalu 50:50, terutama saat masih muda. Kadang kita perlu berkorban untuk mencapai tujuan. Proses itu yang membuat kita lebih adaptif dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor USNI, Dr. Sihar P.H. Sitorus, B.S.B.A., MBA., menekankan bahwa tema wisuda “Menjadi Versi Terbaik Diri, Bermakna dan Berkarya untuk Dunia” bukanlah sekadar slogan motivasi. Tema tersebut, menurutnya, merupakan ajakan moral yang selaras dengan tantangan global yang semakin kompleks.

“Tema wisuda ini bukan hanya slogan, tetapi ajakan moral. Bermakna berarti memberi manfaat bagi banyak pihak, dan berkarya adalah cara mengubah ilmu menjadi solusi, inovasi, dan kontribusi nyata,” ujar Sihar.

Ia menegaskan bahwa dunia kerja tidak lagi cukup hanya dengan gelar. Lulusan dituntut memiliki karakter, integritas, dan keinginan untuk terus belajar. 

Karena itu, USNI memperkuat kurikulum berbasis Outcome-Based Education, mengembangkan program Kampus Berdampak, serta memperluas kolaborasi industri agar lulusan siap bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

Pandangan serupa disampaikan Taufan Setyo Pranggono, S.Kom., M.Si., Ketua Tim Kerja Anti Dosa Pendidikan dan Integritas Akademik (ADIA) LLDIKTI Wilayah III, yang hadir mewakili Kepala LLDIKTI. 

Ia menilai tema wisuda USNI merefleksikan kebutuhan generasi muda untuk hadir tidak sekadar sebagai individu berpendidikan, tetapi sebagai bagian dari solusi atas tantangan bangsa.

“Tema ini bukan sekadar motivasi, melainkan sebuah panggilan tugas. Tantangan global menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi adaptif dan terus mengembangkan diri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ijazah adalah validasi kemampuan akademik, namun ujian kehidupan sesungguhnya baru dimulai.

“Menjadi versi terbaik diri adalah proses, bukan hasil akhir. Dunia bergerak dengan kecepatan eksponensial, dan Saudara harus siap belajar, beradaptasi, dan bertumbuh,” tegas Taufan.

Wisuda ke-29 USNI tahun ini meluluskan 301 wisudawan, terdiri dari 285 Sarjana dan 16 Magister. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik