Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Peppermint menjadi salah satu film aksi-thriller yang membangkitkan kembali citra tangguh Jennifer Garner di layar lebar. Disutradarai oleh Pierre Morel (Taken), film ini menyuguhkan aksi balas dendam emosional yang membuat penonton ikut merasakan amarah dan kesedihan sang tokoh utama.
Berikut 10 fakta menarik tentang film Peppermint yang mungkin belum kamu ketahui:
Sebelum Peppermint, Jennifer Garner lebih dikenal lewat peran dramanya. Film ini menandai kembalinya Garner ke genre aksi setelah lebih dari satu dekade sejak Elektra (2005). Banyak kritikus menilai Peppermint menghidupkan lagi sisi badass yang dulu ia tunjukkan di serial Alias.
Untuk memerankan Riley North, Jennifer menjalani latihan fisik dan senjata selama beberapa bulan. Ia bekerja sama dengan pelatih taktis dan mantan Navy SEAL demi menampilkan adegan pertarungan yang realistis. Sebagian besar adegan laga dilakukan tanpa stuntwoman!
Pierre Morel terkenal dengan gaya penyutradaraan yang cepat dan intens. Dalam Peppermint, ia kembali menghadirkan film aksi dengan tema balas dendam personal, mirip dengan Taken, tetapi kali ini dari sudut pandang seorang ibu.
Kata “Peppermint” ternyata bukan sekadar nama manis. Ini adalah rasa es krim kesukaan anak Riley North, yang menjadi simbol kenangan dan motivasi utama karakter utama dalam menjalankan aksinya. Detail kecil ini menambah kedalaman emosional filmnya.
Beberapa adegan dan tone film Peppermint disebut-sebut terinspirasi dari film aksi klasik seperti Death Wish dan The Punisher. Namun, film ini menawarkan sentuhan emosional dan perspektif perempuan yang jarang dieksplor di genre ini.
Berbeda dari banyak film aksi modern yang menggunakan set buatan, Peppermint melakukan syuting langsung di berbagai lokasi di Los Angeles, termasuk area kumuh dan jalanan kota yang menambah kesan realistis dan keras.
Dengan anggaran sekitar US$25 juta, film ini sukses meraup lebih dari US$53 juta di box office global. Hasil yang cukup mengesankan untuk film aksi solo dengan pemeran utama perempuan.
Secara kritikus, Peppermint mendapat ulasan campuran. Namun, penonton umum justru memberi rating positif di berbagai platform seperti IMDb dan Rotten Tomatoes. Banyak yang menilai film ini seru, emosional, dan memuaskan untuk penggemar aksi balas dendam.
Peppermint ditayangkan di Bioskop Trans TV, kemarin, Sabtu (8/11) pukul 23.00 WIB. Film ini juga tersedia di platform Vidio dengan versi dubbing Bahasa Indonesia.
Banyak penonton menyebut Peppermint sebagai “John Wick versi perempuan” karena jalan ceritanya yang mirip, seorang individu kehilangan keluarga, lalu menegakkan keadilan dengan tangannya sendiri. Namun, Peppermint punya sisi emosional yang lebih dalam berkat fokus pada kasih seorang ibu.
Film Peppermint (2018) bukan sekadar film aksi biasa. Ia menggabungkan drama emosional, pesan keadilan, dan aksi menegangkan yang memacu adrenalin. Dengan performa luar biasa dari Jennifer Garner dan sentuhan khas Pierre Morel, film ini menjadi tontonan wajib bagi penggemar aksi penuh makna. (Z-10)
Jennifer Garner mencuri perhatian di Golden Globes 2026. Simak penampilan anggunnya di red carpet dan pesannya tentang hubungan damai dengan Ben Affleck.
Jennifer Garner bergabung dalam organisasi World Central Kitchen, membantu mendistribusikan makanan dan memberi dukungan psikologis kepada para korban kebakaran Los Angeles.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved