Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Pangku berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tujuh nominasi di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Karya ini dianggap mampu mengangkat kisah lokal yang menyentuh hati penonton dan memiliki daya tarik universal.
Film Pangku masuk dalam tujuh kategori FFI 2025, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Claresta Taufan), serta Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim). Film ini akan tayang di bioskop mulai 6 November 2025, bertepatan dengan satu tahun sejak pengambilan gambar perdana yang dilakukan di Indramayu, Jawa Barat.
Produser Arya Ibrahim dan Gita Fara mengaku bersyukur atas pencapaian ini, terlebih karena Pangku sebelumnya juga meraih empat penghargaan di ajang Busan International Film Festival (BIFF).
"Maknanya sih pasti jelas besar sekali. Apalagi sebagai pembuat film dari Indonesia, bisa diakui sama Busan, sama festival internasional, itu di luar ekspektasi sih, jadi kami senang banget," ujar Arya saat konferensi pers film Pangku di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (28/10)
Pesan dari Film Pangku
Lewat Pangku, Reza Rahadian untuk pertama kalinya duduk di kursi sutradara. Terinspirasi dari pengalaman Reza dibesarkan oleh ibu tunggal selama 38 tahun, serta perjalanan karier aktingnya selama dua dekade. Reza berusaha menggali sudut pandang seorang ibu dengan mendalam. Ia ingin penonton benar-benar memahami perasaan dan perjuangan seorang ibu yang menghadapi kehidupan.
"Saya melihat betul bagaimana perjuangan seorang ibu, sebagai seorang perempuan. Menjadi ibu rumah tangga itu kan satu pekerjaan yang sulit, apalagi menjadi ibu rumah tangga dan bekerja sendiri. Jadi, proses bertumbuh, proses dibesarkan oleh orangtua tunggal itu memberikan saya banyak perspektif tentang kehidupan, wisdom tentang kehidupan, yang sedikit banyak saya nggak bisa pungkiri, saya dapat dari ibu saya," ungkap Reza.
Ia menambahkan, Pangku merupakan bentuk penghormatan untuk para perempuan, khususnya para ibu. "Film ini merupakan buah pemikiran tentang bagaimana mudah-mudahan ini bisa menjadi surat cinta yang indah untuk para perempuan yang hari ini sedang berjuang, berjibaku untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik hidupnya maupun keluarganya, dan khususnya pada para ibu di luar sana," sambungnya.
Film ini sebelumnya telah melakukan penayangan perdana di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dan segera tayang di Indonesia mulai 6 November 2025. Film Pangku berkisah tentang Sartika (Claresta Taufan), seorang perempuan hamil besar yang sedang berjuang mencari pekerjaan. Takdir kemudian mempertemukannya dengan pasangan lansia Maya (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua), yang menampungnya di rumah mereka. Dari sinilah Sartika memulai babak baru dalam hidupnya bersama sang anak, Bayu (Shakeel Fauzi), hingga akhirnya bertemu dengan Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk ikan yang mengubah hidupnya.
Film ini diperankan oleh Claresta Taufan, Fedi Nuril, Christine Hakim, Shakeel Fauzi Aisy, Jose Rizal Manua, Devano Danendra, Kaan Lativan, Reza Chandika, Lukman Sardi, Nazira C Noer, Galabby Thahira, Tj Ruth, Happy Salma, Nai Djenar Maesa Ayu, Iswadi Pratama, Nusa Kalimasada, Heliana Sinaga, Rizky Langit, dan Demi Medina. Pangku diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara, dengan Melyana Tjahjadikarta sebagai produser eksekutif. Naskah film ditulis oleh Reza Rahadian bersama penulis Felix K. Nesi.(M-2)
Kelima film itupun bakal memperebutkan Piala Citra dengan malam anugrah Piala Citra Festival Film Indonesia 2025 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Omara Esteghlal memenangkan Piala Citra pertamanya lewat nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik di FFI 2025.
AKTRIS Prilly Latuconsina yang menjadi Ketua Bidang Program Festival Film Indonesia (FFI) 2025 mengungkapkan FFI tahun ini menjadi terasa lebih spesial.
Kemenangan itu diperoleh dari kategori Piala Antemas, sebuah kategori untuk film paling laris sepanjang tahun di bioskop.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved