Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG kariernya, D’Angelo merilis tiga album, termasuk debutnya tahun 1995 Brown Sugar. Dua album lainnya Voodoo tahun 2000, dan album terakhirnya, Black Messiah bersama the Vanguard pada 2014.
Ia mengembangkan suara khas dengan Brown Sugar. Di mana ia menggabungkan R&B klasik dengan pengaruh hip-hop, sebelum mengembangkan estetika soul yang lebih kaya untuk Voodoo.
D’Angelo memenangkan empat Grammy untuk dua rekaman terakhirnya. Ia merupakan tokoh penting untuk musik neo-soul.
Lahir dengan nama Michael Eugene Archer di South Richmond, Virginia, D’Angelo mendalami musik sejak usia muda, belajar bermain piano pada usia tiga tahun dan bermain di gereja bersama ayahnya, seorang pendeta Pantekosta. Sepanjang masa remajanya, ia tampil di berbagai grup lokal tempatnya tumbuh.
Pada 1993, D’Angelo menandatangani kontrak dengan EMI dan menulis lagu hit U Will Know untuk grup Black Men United (B.M.U.). D’Angelo merilis album debutnya Brown Sugar pada Juli 1995, menghabiskan 65 minggu di Billboard 200 dan menghasilkan single hits Lady, Cruisin’ dan lagu utama album.
Album tersebut membantu mendorong gerakan “Neo-Soul” pada pertengahan 1990-an. Album-album luar biasa dengan suara dan semangat serupa, yang memadukan R&B tahun ’60-an dan ’70-an dengan gaya kontemporer yang diwarnai hip-hop, diikuti oleh Maxwell, Erykah Badu, dan lainnya.
D’Angelo juga tampil di album debut Lauryn Hill yang meraih multi-platinum dan mengubah budaya, The Miseducation of Lauryn Hill tahun 1998, bernyanyi dan memainkan piano elektrik pada lagu Nothing Even Matters.
Selama masa ini, D’Angelo menemukan chemistry dengan Ahmir “Questlove” Thompson, drummer dan pemimpin the Roots, yang dengannya ia bekerja hampir sepanjang sisa kariernya. Mereka berdua menghabiskan beberapa tahun berikutnya mengerjakan lanjutan dari Brown Sugar, yaitu album Voodoo, yang akhirnya dirilis pada Januari 2000.
Album ini adalah hasil akhir dari rekaman dan mixing berbulan-bulan, terutama di Electric Lady Studio, New York, dengan sekelompok musisi yang kemudian dikenal sebagai The Soulquarians, terutama D’Angelo, Questlove, pemain horn Roy Hargrove, kibordis James Poyser, bassist Pino Palladino, dan produser J Dilla, yang mendorong batas-batas R&B dan juga mengerjakan album Badu dan rapper Common pada saat itu.
Single utama album Voodoo, Untitled (How Does It Feel), digerakkan oleh sebuah video yang menampilkan D’Angelo yang bertelanjang dada dan berotot dan mengubahnya menjadikannya sebagai simbol sensual. Sebuah peran yang tidak ia inginkan dan ia hindari.
Meskipun tur Voodoo (juga menampilkan sebagian besar Soulquarians) sukses besar dan mengukuhkan popularitasnya, D’Angelo menghilang dari pandangan selama dekade berikutnya, berpisah dengan setidaknya dua manajer dan satu label rekaman. Ia juga ditangkap karena tuduhan DUI (Driving Under the Influence) dan kepemilikan mariyuana dan kokain.
Sebagai musisi yang terkenal obsesif, D’Angelo menyendiri di rumahnya di Virginia dan mengerjakan album berikutnya, dengan laporan kemajuan sesekali muncul, biasanya dari Questlove (yang pada satu titik mengatakan album baru sudah “99% selesai”, hanya untuk melihat tiga tahun lagi berlalu sebelum perilisannya). Selama tahun-tahun ini, ia sesekali menjadi penampil tamu di lagu-lagu J Dilla, Snoop Dogg, Common, dan Q-Tip.
D’Angelo memulai kembalinya secara bertahap pada awal tahun 2010-an, tur Eropa dan memainkan pertunjukan sesekali dengan Questlove, meskipun pertunjukan tersebut biasanya berubah menjadi jam session informal yang sarat dengan cover R&B klasik.
Namun, ia juga menampilkan encore yang menggetarkan pada tribut Music of Prince di Carnegie Hall tahun 2013, bersama Questlove dan anggota the Roots dan the Revolution.
Hampir 15 tahun dari album terakhir yang dirilisnya, album Black Messiah akhirnya rilis pada akhir tahun 2014. Album ini melanjutkan suasana di album Voodoo, tetapi berevolusi ke arah baru, terutama secara ritmis, di mana lagu-lagu tertentu menampilkan groove yang terinspirasi J Dilla.
D’Angelo menindaklanjuti perilisan album itu dengan tur besar, yang pertunjukan pertamanya berada di Apollo Theater yang legendaris di Harlem, tempat ia pertama kali tampil sebagai remaja berusia 16 tahun pada tahun 1991, memenangkan Amateur Night yang terkenal. (Z-2)
D'Angelo Russell memaki wasit saat Lakers tersingkir dari playoff NBA usai kalah 108-106 dari Denver Nuggets, Selasa (30/4).
KLAY Thompson mencetak 27 poin, Stephen Curry mencetak 23 poin saat Golden State Warriors meraih kemenangan 134-120 atas Los Angeles Lakers.
Los Angeles Lakers melanjutkan tren kemenangan mereka dengan mengalahkan Cleveland Cavaliers 116-97.
LeBron James mencetak 25 poin, 10 assist, dan 7 rebound, serta D'Angelo Russell mencetak 27 poin untuk membawa Los Angeles Lakers meraih kemenangan 136-105 atas Atlanta Hawks.
D'Angelo Russell mencetak 44 poin untuk membawa Los Angeles Lakers meraih kemenangan 123-122 atas Milwaukee Bucks.
Penyanyi legendaris D’Angelo, pelopor musik neo-soul dan pemenang Grammy, meninggal dunia di usia 51 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Penyanyi soul R&B legendaris D’Angelo meninggal dunia di usia 51 tahun akibat kanker pankreas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved