Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DISC Jockey (DJ) dan produser musik indobounce, Whisnu Santika, kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Yalla Habibi. Ini adalah lanjutan dari karya terbaru sebelumnya, IyaIya, yang berbicara kritik sosial. Di Yalla Habibi Whisnu mengekspresikan kisah personal seputar cinta.
Inspirasi lagu ini datang dari fenomena anak muda yang kerap berada di zona abu-abu dalam sebuah hubungan. Mulai dari status lebih dari teman, namun belum sampai komitmen. Dari pengalaman itu, ia menegaskan relasi tetap bisa memberi pelajaran berharga soal komunikasi, batasan, dan refleksi diri.
“Buat saya, Yalla Habibi bukan sekadar lagu cinta biasa. Lagu ini lahir dari momen ketika saya menyadari bahwa relasi, meski tanpa status, bisa jadi ruang belajar tentang diri sendiri,” ujar Whisnu dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (10/10).
“Judulnya sendiri, Yalla Habibi, berarti ‘ayo pergi, sayang!’ Buat saya, ini bukan hanya ajakan romantis, tapi juga dorongan untuk berani melangkah dalam hidup, meski jalannya belum jelas,” tambahnya.
Whisnu, yang sebelumnya pernah tampil di festival musik internasional Tomorrowland, mengemas keresahan dan refleksi itu lewat beat elektronik khas indobounce. Lewat single ini, Whisnu ingin menyampaikan pesan cinta tidak hanya soal bahagia atau patah hati, tetapi juga proses belajar dan bertumbuh.
“Bagi saya, cinta itu perjalanan. Dari situ kita justru menemukan siapa diri kita sebenarnya,” tutup Whisnu.(M-2)
Lirik “I’ll Be Yours” ditulis oleh Cosmo Kent dengan warna emosional yang kuat, menyiratkan keputusasaan sekaligus keikhlasan dari dua orang yang pernah saling mencintai namun telah terpisah
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, festival ini akan menghadirkan sejumlah musisi papan atas Indonesia, antara lain Slank, Ari Lasso, Tiara Andini, Kotak dan Whisnu Santika.
DI penghujung tahun 2025, Petrus Mahendra atau Mahen kembali menelurkan karya terbaru setelah sebelumnya meluncurkan mini album bertajuk Setelah kau Pergi.
Momen 30 Desember dipilih sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan duka di masa lalu dan bangkit dalam lembaran baru.
DALAM momentum Hari Guru Nasional, Big Records Asia menghadirkan karya reflektif melalui perilisan single terbaru dari band alternatif asal Bandung, Twonda, berjudul Terima Kasih.
Bukan sekadar ajang rilis lagu, tapi pernyataan diri bahwa band asal Purwakarta ini siap berdiri sejajar di kancah musik nasional.
Lagu ini merupakan karya cipta Titi DJ sendiri.
Akhir Februari lalu, Media Indonesia bertanya kepada Rhoma Irama di Studio Soneta, Depok. Pertanyaan itu seputar lagu baru si Raja Dangdut yang selalu dinanti para penggemar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved