Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
UMMU Sibyan adalah jenis jin perempuan yang dikenal suka mengganggu anak-anak di bawah usia dua tahun dan wanita hamil. Dalam ajaran Islam, gangguan Ummu Sibyan dapat dicegah dengan amalan doa dan ayat-ayat suci Al-Quran. Artikel ini akan menjelaskan siapa Ummu Sibyan, ciri-cirinya, dan doa perlindungan yang bisa diamalkan untuk menjaga keluarga dari gangguan jin ini.
Ummu Sibyan adalah jin perempuan yang sering mengganggu bayi baru lahir, anak kecil, dan ibu hamil. Menurut kepercayaan, jin ini memiliki penampilan menyeramkan dengan mata besar yang membuat anak-anak ketakutan hingga menangis terus-menerus. Ummu Sibyan juga dikaitkan dengan gangguan pada janin, yang bisa menyebabkan keguguran jika tidak dilindungi dengan doa yang tepat. Dalam Al-Quran, Allah menyebutkan bahwa jin diciptakan untuk beribadah, namun beberapa di antaranya, seperti Ummu Sibyan, memilih untuk mengganggu manusia:
QS. Az-Zariyat: 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn
Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Gangguan Ummu Sibyan biasanya terjadi saat waktu Maghrib, ketika jin ini diyakini paling aktif. Beberapa tanda gangguan Ummu Sibyan meliputi:
Untuk melindungi anak dan ibu hamil dari gangguan ini, Rasulullah SAW mengajarkan amalan seperti membaca adzan, ayat-ayat Al-Quran, dan doa perlindungan.
Islam mengajarkan beberapa cara untuk melindungi diri dari gangguan jin, termasuk Ummu Sibyan. Berikut adalah amalan yang dianjurkan berdasarkan Al-Quran dan Hadits shahih:
Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca adzan di telinga kanan bayi yang baru lahir dan iqamah di telinga kiri untuk melindungi dari Ummu Sibyan. Berikut bunyi adzan lengkap:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Asyhadu an lā ilāha illallāh
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Asyhadu an lā ilāha illallāh
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Asyhadu anna Muhammadar Rasūlullāh
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Asyhadu anna Muhammadar Rasūlullāh
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Ḥayya ‘alāṣ-ṣalāh
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Ḥayya ‘alāṣ-ṣalāh
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Ḥayya ‘alal-falāḥ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Ḥayya ‘alal-falāḥ
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Lā ilāha illallāhHadits Shahih:
“Barang siapa yang dilahirkan untuknya seorang bayi, lalu dia mengadzani telinganya sebelah kanan, dan mengiqomati telinganya sebelah kiri, maka ia tidak akan celaka oleh Ummu Sibyan (jin pengganggu anak kecil).” (HR. Muslim)
Doa ini diajarkan untuk melindungi anak-anak dan ibu hamil dari gangguan Ummu Sibyan:
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U‘īdzu kumā bikalimātillāhit-tāmmah, min kulli syaiṭānin wa hāmmah, wa min kulli ‘ainin lāmmah
Artinya: “Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan, binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk.”
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) adalah ayat yang sangat kuat untuk perlindungan dari gangguan jin. Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan melindungi dari setan hingga pagi hari.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwa, al-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudhuhu sinatun walā naum, lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dhalladhī yashfa‘u ‘indahu illā bi-idhnih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, walā yuḥīṭūna bishai’in min ‘ilmihi illā bimā shā’a, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, walā ya’ūduhu ḥifẓuhumā, wahuwa al-‘aliyyul-‘aẓīm
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan menjaga keduanya tidak memberatkan-Nya. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”Hadits Shahih:
“Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah Ayat Kursi... Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” (HR. Bukhari)
Surah Al-Falaq (QS. 113) adalah surah pelindung dari kejahatan makhluk, termasuk Ummu Sibyan:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idhā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idhā ḥasad
Artinya: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
Surah An-Nas (QS. 114) melindungi dari bisikan setan dan jin:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a‘ūdzu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswāsil-khannās, alladhī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wannās
Artinya: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
Untuk perlindungan maksimal dari Ummu Sibyan, lakukan amalan berikut secara rutin:
Dengan mengamalkan doa-doa ini, semoga Allah SWT melindungi keluarga Anda dari gangguan Ummu Sibyan dan kejahatan lainnya. Aamiin. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved