Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dangdut Ayu Ting Ting ikut merasakan duka mendalam atas wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Melalui akun Instagram pribadinya, Ayu menyampaikan rasa bela sungkawa untuk mendiang Affan. Ia mengungkapkan kesedihan karena masyarakat kembali harus menjadi korban akibat tindakan aparat.
Ayu mengungkapkan hal tersebut dengan mengunggah ulang tulisan dari teman-teman instagram lain yang berisikan ajakan untuk saling jaga antarwarga, tetap berhati-hati di jalan, dan jangan sampai cita-cita demokrasi yang baik dimanfaatkan oleh mereka yang haus kekuasaan. Ayu pun melayangkan protes keras kepada anggota DPR
Pelantun lagu Sambalado itu juga menyinggung nurani aparat yang tega memperlakukan rakyat dengan cara yang tidak manusiawi. Ayu menilai peristiwa itu begitu menyakitkan bagi banyak orang.
"Di mana hati kalian sebagai sesama manusia? Kalian bukannya melindungi tetapi menyakiti hati kami semua," lanjut Ayu Ting Ting.
Banjir Komentar
Sampai artikel ini disusun, unggahan Ayu Ting Ting itu telah mendapatkan 331 likes dan 4.914 komentar. Warganet memuji keberanian Ayu untuk ikut menyuarakan protes atas kejadian yang telah menimpa mendiang Affan Kurniawan.
"KEREN BU AYU ARTIS SEKELAS BU AYU BERANI SPEAKUP UNTUK RAKYAT TERIMAKASIHHH," tulis salah seorang warganet.
"Artis lain bisa speakup juga gk yaa... gua masih pantau thnks pok ayu," komentar lainnya.
"Baru juga mikir ko ayu ting ting ga speak up ya, eh langsung ngepost. Makasih banget bu ayu boleh diam aja," imbuh lainnya.(M-2)
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved