Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
SETELAH sukses menjadi bintang utama festival Jazz Goes to Campus 2023 di Universitas Indonesia, penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat (AS) Charlie Burg, Jumat (1/8) lalu, merilis single terbarunya Reach yang sekaligus menjadi karya ke-3 yang ia bagikan tahun ini.
Ditulis di tengah pandemi, Reach diwarnai nuansa musik ala chill-pop yang khas dari Burg, lengkap dengan sound pop-elektronik yang mewakili hidupnya saat ini.
Burg, kini, merasa percaya diri dari sebelumnya dan hal itu ia tumpahkan di musik terbarunya yang serba jujur, teguh, dan lebih ambisius.
Bulan lalu, Burg merilis single introspektif Upon Arrival, yang memiliki perjalanan cukup panjang.
Lagu tersebut, awalnya, ditulis pada 2020 dan melewati perubahan dari segi aransemen di 2023 dan perubahan lirik di 2024. Namun, akhirnya Burg memilih versi demo lagu itu untuk dibagikan dengan pendengarnya.
Baginya, versi demo Upon Arrival merangkum kejujuran yang mendalam. Judul lagu itu sendiri merupakan metafora untuk kembalinya Burg ke dunia musik di mana ia kembali hadir untuk menulis babak baru dengan para pendengarnya seraya ia terus mencari tahu siapa dirinya lebih dalam lagi.
Burg menciptakan ruang musik bernuansa indie pop, neo-soul, dan R&B alternatif sebagai seorang penyanyi, penulis lagu, dan multi-instrumentalis.
Dikenal lewat falsettonya yang hangat, lirik-lirik puitis, dan aransemen yang mengaburkan batasan genre, Burg secara konsisten terus membangun reputasinya sebagai sosok yang perlahan mendominasi di ranah musik alternatif.
Ia debut pada 2015 lewat mixtape Blue Wave Mosaic, yang diikuti oleh sederet single dan EP. Ia pun merilis album perdananya Infinitely Tall pada 2022 yang turut diproduseri oleh Mike Malchicoff yang pernah berkolaborasi dengan King Princess, Kanye West, dan Del Water Gap. Hasilnya adalah karya musik yang penuh dengan makna dan sound yang beragam.
Sejak ia memulai kariernya di dunia musik, Burg telah mengumpulkan lebih dari 300 juta stream, mengumpulkan lebih dari 365 ribu follower, dan memiliki lebih dari 1.2 juta pendengar bulanan di Spotify.
Ia telah tampil di berbagai belahan dunia dan dihujani pujian oleh beragam publikasi ternama seperti The Fader yang memuji kualitas suara "countertenor" miliknya. Wonderland turut memujinya dengan menyebutnya sebagai "rising sensation".
Asia Tenggara memiliki tempat istimewa bagi Burg. Sebab, 53% pendengarnya datang dari Asia Tenggara. Indonesia saat ini masuk di 3 besar negara-negara di dunia yang paling mendengarkan musiknya.
Selain telah tampil di Jazz Goes to Campus pada 2023, Burg telah sukses menggelar konser tunggalnya di Samsung Hall Manila, dan menjadi bintang tamu di festival musik VERY Festival Bangkok yang juga menghadirkan Joji dan Bloc Party. Ia juga telah tampil di Mosaic Music Series Esplanade, Singapura.
Lewat Reach, Burg terus bertumbuh dewasa sebagai seorang musisi dan manusia, seraya ia bersiap-siap untuk era barunya yang ditunggu-tunggu. (Z-1)
Pada dasarnya, album Duara, In The Moment, bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita.
Like A Movie dari Kevlar.Alc adalah lagu tentang cinta terlarang yang terlalu kuat untuk diabaikan.
Ikang Fawzi menyoroti permasalahan pembagian royalti yang menurutnya belum bisa dikatakan adil karena terlalu banyak ke LMK.
Lyodra berharap dengan lagu Bodohnya Aku ada sesuatu yang beda yang bisa ia berikan ke para penggemarnya, baik itu dari segi musik, maupun videonya.
Musik video yang megah ini hadir dengan konsep Korean looks, memperlihatkan Ryans Rayel yang tampil memukau diiringi dengan 12 penari profesional.
Menyajikan perpaduan multigenre yang mencakup pop, R&B, dan alternatif khas Devin, EP Blue Skies dari Devin Kennedy hadir dengan focus track All Because I Love Someone.
Like A Movie dari Kevlar.Alc adalah lagu tentang cinta terlarang yang terlalu kuat untuk diabaikan.
Lyodra berharap dengan lagu Bodohnya Aku ada sesuatu yang beda yang bisa ia berikan ke para penggemarnya, baik itu dari segi musik, maupun videonya.
Musik video yang megah ini hadir dengan konsep Korean looks, memperlihatkan Ryans Rayel yang tampil memukau diiringi dengan 12 penari profesional.
Menyajikan perpaduan multigenre yang mencakup pop, R&B, dan alternatif khas Devin, EP Blue Skies dari Devin Kennedy hadir dengan focus track All Because I Love Someone.
Mengusung sound dengan bass drop khas dubstep, Ciko mengaku banyak terinspirasi dari genre yang ia geluti dahulu yakni post-hardcore dan death metal.
Bernuansa dream-pop dan shoegaze, Shed dari Shye membahas tentang kesedihan masa lalu yang tidak bisa kita ubah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved