Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM animasi Jumbo resmi mencatat sejarah sebagai salah satu film terlaris Indonesia tahun 2025. Tak hanya sukses dari segi penonton, film besutan Visinema Pictures ini juga menuai pujian berkat soundtrack-nya yang menyentuh hati dan relevan untuk segala usia.
Musik dalam film Jumbo mampu memperkuat emosi cerita dan menyampaikan pesan moral yang mendalam.
Berikut ini adalah lirik 3 OST Jumbo paling populer yang berhasil mencuri perhatian publik dan menjadi favorit keluarga Indonesia:
Sebagai lagu utama dari film Jumbo, “Selalu Ada di Nadimu” diciptakan oleh trio produser musik ternama, Laleilmanino. Lagu ini dibawakan oleh Bunga Citra Lestari (BCL) dalam versi solo, dan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman sebagai karakter dalam film. Liriknya menggambarkan kasih sayang orang tua kepada anak, serta harapan untuk masa depan mereka.
Lirik “Selalu Ada di Nadimu”:
Kala nanti badai 'kan datang
Angin akan buat kau goyah
Maafkan hidup memang
Ingin kau lebih kuat
Andaikan, saat itu datang
Kami tak ada menemani
Aku ingin kau mendengar
Nyanyianku di sini
Sedikit demi sedikit
Engkau akan berteman pahit
Luapkanlah saja bila
Harus menangis
Anakku
Ingatlah semua
Lelah
Tak akan tersia
Usah kau takut pada keras dunia
Akhirnya takkan ada akhir
Doaku agar kau selalu
Arungi hidup berbalut
Senyuman di hati
Doaku agar kau selalu
Ingat bahagia
Meski kadang
Hidup tak baik saja
Nyanyian ini bukan sekedar nada
Aku ingin kau mendengarnya
Dengan hatimu bukan telinga
Ingatlah ini bukan sekedar kata
Maksudnya kelak akan menjadi makna
Ungkapan cintaku dari hati
Lagu ini telah viral di berbagai platform musik dan menjadi anthem keluarga Indonesia.
Lagu ini menjadi semacam pengingat untuk tetap terhubung dengan suara hati di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Diciptakan oleh Simhala Avadana dan Ifa Fachir, “Dengar Hatimu” menghadirkan suasana reflektif yang menginspirasi anak-anak dan orang dewasa.
Lirik “Dengar Hatimu”:
Kapankah terakhir kali
Kamu menyadari
Bersyukur atas anugerah-Nya?
Aku sibuk mengejar
Semua yang kucari
Sampai melupakan arti cinta ini
Terkadang yang kau perlukan
Hanya besar hati 'tuk belajar mendengarkan
Suara hatimu
Du, du-du, du-du (Du-du-du)
Du-du-du, du-du, du-du, du-du (Du-du-du)
Du-du-du, du-du
Du, du-du, du-du
Du-du-du, du-du, du-du, du-du
Du-du-du, du-du
Lihat sekelilingmu, sadari semua (Semua)
Yang kau butuhkan ada di sini (Ada di sini)
Berhenti sejenak untuk menyadarinya
Peduli besar arti cinta ini
Terkadang yang kau perlukan (Perlukan)
Hanya (Hanya) luas hati 'tuk belajar mendengarkan
Dengar suara jauh
Dalam lubuk hatimu
Kau 'kan mengerti
Dengar suara jauh
Dalam sanubarimu (Sanubarimu)
Kau akan baik saja
Du, du-du-du, du-du-du-du
Kapankah terakhir kali kamu bersyukur?
Lagu ini memperkuat momen-momen emosional dalam film dan sering diputar ulang oleh penonton setelah menonton Jumbo.
Merupakan remake dari lagu ikonik Vina Panduwinata, versi terbaru “Kumpul Bocah” dibawakan oleh Maliq & D’Essentials dengan sentuhan modern. Lagu ini membawa semangat riang anak-anak dan momen kebersamaan yang menyenangkan.
Lirik “Kumpul Bocah”:
Kaki kecil berlari ke sana kemari
Sambil tertawa riang
Kedua tangannya diayun kiri kanan
Hari ini bahagia, terbias di wajahnya
Kita buat hari ini penuh riang
Berkumpul bersama teman
Dan bersenang-senang
Lala lala lalalala, lala lala lala uhuhuh
Pandanglah awan (Syalalala lalala lala)
Di atas bintang-bintang (Syalalala lalala lala)
Di sana semua bidadari
Turut bernyanyi riang
Inginkah kau pergi ke sana?
Terbang bersama kupu-kupu
Bermain pelangi (Syalalala lalala lala)
Bersama dewa-dewi (Syalalala lalala lala)
Petiklah sebuah bintang
Dan bawalah pulang
Bocah centil yang tidak dapat duduk tenang
Pinggulnya s'lalu goyang
Dia berjanji nanti malam akan datang
Bersama teman-teman (bersama teman-teman) menari jaipongan
Timplak timplung timplak, timplak timplung bletak
Kempul kemplak kembyar
Lala lala lalalala, lala lala lala uhuhuh
Pandanglah awan (Syalalala lalala lala)
Di atas bintang-bintang (Syalalala lalala lala)
Di sana semua bidadari
Turut bernyanyi riang
Inginkah kau pergi ke sana?
Terbang bersama kupu-kupu
Bermain pelangi (Syalalala lalala lala)
Bersama dewa-dewi (Syalalala lalala lala)
Petiklah sebuah bintang
Dan bawalah pulang
Petiklah bintang
Dan bawalah pulang
Berikan kepada pembimbing tersayang
Dengan nuansa ceria dan penuh nostalgia, lagu ini menjadikan Jumbo semakin memorable bagi penontonnya.
Popularitas film Jumbo sebagai salah satu film terlaris Indonesia tidak lepas dari kekuatan cerita, animasi berkualitas, serta jajaran soundtrack (OST) paling populer yang menyentuh hati.
Ketiga lagu di atas bukan hanya pelengkap cerita, tapi juga menjadi warisan musikal yang akan dikenang dalam perfilman Indonesia.
Jika Anda belum menonton Jumbo atau ingin mendengarkan kembali OST-nya, semua lagu telah tersedia di platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. (Music Liric/Z-10)
Temukan kisah di balik kesuksesan fenomenal Agak Laen: Menyala Pantiku! yang meraih jutaan penonton. Muhadkly Acho ungkap naskah pertama sempat hilang
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! mencetak sejarah sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 10,25 juta penonton. Muhadkly Acho mengaku tak pernah membayangkannya.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku mencatatkan rekor 10 juta penonton hanya dalam 35 hari, mengancam posisi KKN di Desa Penari sebagai film terlaris sepanjang masa.
“Pencapaian film animasi Jumbo menjadi pemantik semangat baru bagi Visinema Studios untuk terus konsisten melahirkan karya-karya baru yang berkualitas."
Film Indonesia semakin menunjukkan taringnya di industri perfilman, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Kabar wafatnya legenda golf Jepang Masashi Jumbo Ozaki pada 23 Desember 2025 mengejutkan dunia olahraga.
Masashi “Jumbo” Ozaki, legenda golf Jepang dan salah satu pegolf tersukses di Asia, dikabarkan meninggal dunia pada 23 Desember 2025.
Dunia golf berduka. Masashi “Jumbo” Ozaki, pegolf legendaris Jepang dan anggota World Golf Hall of Fame, meninggal dunia pada usia 78 tahun.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
25 film tembus seleksi awal FFI 2025, dari Sore hingga Jumbo. Termasuk 5 karya sutradara perempuan siap bersaing merebut Piala Citra.
PULUHAN intellectual property (IP) lokal, termasuk karakter film animasi Jumbo, bakal tampil memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (RI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved