Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MIN Hee-jin, mantan CEO Ador, mengeklaim pada awal tahun ini, koreografi Illit, grup K-Pop di bawah anak perusahaan Hybe, Belift Lab, meniru tarian yang ia ciptakan untuk NewJeans, sehingga memicu kontroversi. Ketertarikan terhadap hak cipta koreografi telah berkembang sejak kontroversi mengenai kemiripan antara tarian grup Hybe NewJeans Vs Illit.
Hal ini telah memicu diskusi yang lebih luas di dalam industri dan mengarah pada pembentukan asosiasi dan konferensi yang berfokus pada hak cipta koreografi. Kementerian Kebudayaan Korea Selatan berencana untuk merilis kontrak standar awal tahun depan untuk mengatasi praktik-praktik yang tidak adil antara koreografer dan agensi hiburan.
Dalam sebuah langkah penting untuk hak cipta koreografi, Kang Won-rae dari duo Clon secara resmi diakui sebagai pencipta tarian untuk Kungdari Shabahrah dalam iklan KB Financial Group pada bulan Oktober. Hal ini menandai salah satu dari beberapa kasus di mana koreografer telah mendapatkan pengakuan hak cipta secara resmi.
Contoh lain terjadi pada tahun 2011 ketika seorang koreografer yang diidentifikasi sebagai Park memenangkan sebagian gugatan terhadap sebuah akademi tari atas penggunaan koreografi tanpa izin untuk lagu Shy Boy dari girlband Secret. Terlepas dari prestasi tersebut, perlindungan hak cipta untuk koreografer masih jarang terjadi.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Hak Cipta Koreografi Korea (KCCA) pada bulan Juli mengungkapkan hanya 2,2% koreografer yang telah mendaftarkan karya mereka ke Komisi Hak Cipta Korea. Terlepas dari pertumbuhan K-pop yang pesat, banyak koreografer menghadapi tantangan dalam mendapatkan pengakuan atas hak-hak kreatif mereka.
Untuk mengatasi masalah ini, KCCA diluncurkan awal tahun ini, dan pada hari Senin, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, bersama dengan Komisi Hak Cipta Korea, meluncurkan sebuah studi tentang perlindungan hak cipta koreografi. Kim Chan-dong, kepala Tim Penelitian Legislatif Komisi Hak Cipta, menyoroti dua hambatan utama: rendahnya kesadaran akan hak cipta koreografi dan sulitnya mengidentifikasi pencipta yang sah.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, Kim mengusulkan untuk meningkatkan sistem pendaftaran, menetapkan standar melalui organisasi koreografer, memperkenalkan pedoman kontrak yang adil dan membentuk kelompok manajemen kolektif untuk hak cipta koreografi. Namun, para ahli memperingatkan penegakan hak cipta yang terlalu luas dapat menghambat kreativitas dan membatasi praktik-praktik seperti tarian cover K-pop dan tantangan koreografi.
Pengacara Hong Seung-gi mengatakan, meskipun hak cipta koreografi ada secara global, tuntutan hukum terkait jarang terjadi, sehingga menarik minat internasional terhadap pendekatan Korea. Kim In-chul, profesor di Universitas Sangmyung, menekankan perlunya menyeimbangkan hak-hak koreografer dan aksesibilitas untuk publik, dengan mengatakan, “Menemukan keseimbangan yang tepat antara hak-hak pengguna dan hak-hak pemegang hak cipta sangatlah penting,” dikutip dari The Korea Times, Selasa, (24/12).
Lia Kim, koreografer terkenal dan presiden pertama KCCA, menekankan pentingnya kontrak yang adil, pendidikan dan perlindungan hukum. “Pengenalan kontrak standar dapat membawa perubahan yang bertahap namun berarti pada perjanjian antara koreografer dan agensi,” katanya.
(Z-9)
Label rekaman yang menaungi NewJeans, ADOR memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Danielle NewJeans.
Agensi ADOR akhirnya merilis pernyataan resmi pada Senin (29/12) terkait status kontrak eksklusif para anggota NewJeans (NJZ).
Di tengah kabar pemutusan kontraknya dengan ADOR, Danielle NewJeans justru mencatat prestasi mengejutkan di bidang olahraga
Konflik antara Danielle NewJeans dengan agensinya, ADOR, merupakan puncak dari pertikaian panjang yang berakar pada krisis internal manajemen sejak 2024.
Industri hiburan Korea Selatan kembali diguncang skandal besar. Agensi ADOR secara resmi memutus kontrak eksklusif Danielle Marsh, salah satu member NewJeans
anak perusahaan label K-pop di bawah naungan Hybe, telah mengajukan gugatan terhadap fan NewJeans, Team Bunnies, atas dugaan pencemaran nama baik terhadap girl group mereka, Illit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved