Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Danielle Resmi Didepak dari NewJeans, ADOR Ajukan Gugatan Rp1,1 Triliun

Muhammad Ghifari A
29/12/2025 19:12
Danielle Resmi Didepak dari NewJeans, ADOR Ajukan Gugatan Rp1,1 Triliun
Danielle Marsh didepak Ador dari NewJeans.(Dok. Instagram/@danielle___newjeans)

INDUSTRI hiburan Korea Selatan kembali diguncang skandal besar. Agensi ADOR secara resmi memutus kontrak eksklusif Danielle Marsh, salah satu member NewJeans, pada Senin (29/12). Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya keanggotaan Danielle dalam grup yang selama ini menjadi ikon K-pop generasi baru tersebut.

ADOR menegaskan pemecatan ini dilakukan setelah Danielle dinilai melakukan pelanggaran kontrak serius dan berulang, sehingga hubungan profesional dinyatakan tidak lagi dapat dipertahankan.

Sanksi Finansial Fantastis

Pemutusan kontrak ini berbuntut konsekuensi hukum dan finansial yang sangat berat. Berdasarkan perhitungan standar kontrak industri K-pop, Danielle terancam denda penalti hingga ₩108 miliar won atau sekitar Rp1,1 triliun.

Nilai tersebut dihitung dari estimasi pendapatan rata-rata ADOR dalam beberapa tahun terakhir, dikalikan dengan sisa masa kontrak Danielle yang sejatinya masih berlaku hingga Juli 2029.

Tak berhenti di situ, ADOR juga melayangkan gugatan ganti rugi tambahan ke pengadilan. Gugatan ini mencakup klaim atas kerugian operasional, pembatalan proyek, serta kerusakan reputasi merek NewJeans yang disebut-sebut dipicu langsung oleh tindakan Danielle.

Tuduhan Pelanggaran Berat

Dalam pernyataan resminya, ADOR merinci sejumlah pelanggaran yang menjadi dasar pemecatan, antara lain:

  • Kontrak ganda: Danielle diduga menandatangani perjanjian dengan pihak ketiga yang bertentangan dengan kontrak eksklusif bersama ADOR.
  • Aktivitas independen ilegal: Ia disebut tetap menjalankan kegiatan hiburan tanpa izin agensi, meski telah ada putusan pengadilan yang melarangnya.
  • Perusakan reputasi: Tindakannya dinilai merugikan kredibilitas ADOR serta citra NewJeans sebagai grup.

Kronologi Konflik Berkepanjangan

Akar konflik bermula dari perseteruan internal antara HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, pada pertengahan 2024. Polemik ini kemudian menyeret NewJeans ke dalam pusaran konflik manajemen.

Situasi memanas pada November 2024, ketika para anggota NewJeans menggelar konferensi pers darurat dan secara sepihak mengumumkan pemutusan kontrak, lalu mulai beraktivitas independen dengan nama NJZ. ADOR merespons dengan langkah hukum, yang berujung pada perintah pengadilan untuk melarang aktivitas tanpa izin, disertai denda ₩1 miliar won per pelanggaran.

Pada Oktober 2025, pengadilan akhirnya memenangkan ADOR dan menegaskan bahwa kontrak eksklusif NewJeans tetap sah hingga 2029. Putusan ini mendorong sebagian besar anggota, Haerin, Hyein, dan Hanni, kembali ke bawah naungan ADOR pada Desember 2025 guna menghindari risiko hukum lebih lanjut.

Berbeda dengan rekan-rekannya, Danielle memilih bertahan pada sikapnya. Ia dilaporkan terus menjalankan aktivitas independen dan diam-diam menandatangani kontrak baru, yang akhirnya membuat ADOR mengambil langkah paling ekstrem: pemecatan resmi dan gugatan bernilai triliunan rupiah.

Kasus ini kini menjadi salah satu sengketa kontrak terbesar dalam sejarah K-pop dan berpotensi menjadi preseden hukum penting bagi industri hiburan Korea Selatan. (Koreabo/Fyi.Korea/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya