Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI-penulis lagu indie pop/R&B kelahiran Filipina, dibesarkan di Singapura, dan berdarah Malaysia yang kini berbasis di New York City, Amerika Serikat (AS) FIG, merilis single terbarunya Opposite Day.
Berkolaborasi dengan artis hip hop Jepang-Amerika, Yoshi T, lagu ceria ini menggabungkan melodi indie pop dengan ritme hip hop yang mengeksplorasi dinamika dari love-hate relationship yang sering terjadi.
Dijadikan sebagai single utama dari proyek mendatangnya berjudul Fits, yang akan dirilis pada 8 November mendatang, Opposite Day hadir sebagai anthem energetik, dengan hook yang catchy dan beat yang vibrant yang menghadirkan ciri khas FIG yang ceria namun tetap relatable.
Lagu ini menggali frustrasi akibat miskomunikasi dan tegangan bolak-balik dalam pertemanan atau hubungan, yang akan terasa akrab bagi siapa pun yang pernah merasakan dinamika love-hate relationship.
Dengan lirik yang relatable, lagu ini menangkap tantangan komunikasi dalam sebuah hubungan. Kolaborasi ini menambahkan dimensi lain dengan menggabungkan elemen indie dan hip hop, menyoroti energi lintas genre yang vibrant dan inklusif dari skena musik masa kini.
Proyek mendatangnya yang terdiri dari 8 lagu, Fits, akan menggabungkan EP terbarunya Feel Again dengan empat lagu baru.
Terinspirasi oleh konsep benda besar dan ide tentang skala, proyek ini membahas bagaimana kita sering kali terjerumus pada perilaku ekstrem atau intens untuk terhubung kembali dengan diri kita sendiri.
Dikenal karena kemampuannya mengubah kisah pengalaman sehari-hari menjadi musik, FIG membawa semangat DIY dalam karyanya, mengekspresikan diri dengan mengubah aktivitas dan emosi sehari-hari menjadi lagu-lagu upbeat maupun lagu balada yang emosional.
Awal perjalanannya bermusiknya dimulai saat ia menginjak usia remaja, ketika FIG mencoba menulis dan merekam lagu di kamar tidurnya, terinspirasi oleh para artis yang juga memulai dari akar yang sama.
Kini, ia membawa semangat mandiri ini ke dalam karyanya, menulis lagu penuh, membuat cover art sendiri, hingga menyutradarai dan mengedit video musik yang mengiringi lagunya.
Perkembangan FIG sebagai musisi pun tidak luput dari perhatian orang-orang—dengan dukungan dari playlist Spotify seperti mood., Jasmine, dan New Music Friday Malaysia, karya musik FIG semakin terdengar di seluruh wilayah, menunjukkan pertumbuhannya pada platform tersebut dan juga sosoknya di skena musik indie.
Dia juga menjadi musisi pembuka untuk musisi lainnya seperti grentperez, Peach Tree Rascals, dhruv, Sarah Kinsley, dan Tiffany Day dalam tur mereka masing-masing.
Beberapa negara di kawasan Asia seperti Indonesia, Taiwan, Thailand, Singapura, dan Filipina saat ini juga telah mendominasi Top 10 pasar streams teratasnya—sebuah jangkauan yang melampaui basisnya yang kini sedang di New York City, menempatkannya sebagai artis yang patut diperhatikan saat ia merintis karir di skena musik Asia yang memarak.
FIG terus membangun komunitas penggemar setianya melalui konten kreatifnya, keterlibatannya di beberapa isu sosial, tur, dan acara-acara yang digelarnya sendiri di bawah label Cob Stand.
Seri acaranya, A Mini Concert, menyoroti artis dan kreatif dari komunitas Asia Amerika dan Pasifik dalam suasana intim. Semangat kolaboratif ini tercermin dalam rilisan terbarunya, Opposite Day, ketika FIG dan Yoshi T menciptakan lagu yang menggema dengan pendengar yang mengeksplorasi kompleksitas hubungan. (Z-1)
Sony menghadirkan LinkBuds Clip dengan desain terbuka dan WF-1000XM6 dengan peredam kebisingan canggih. Dua earbud untuk pengalaman audio berbeda.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved