Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI legendaris Nomo Koeswoyo meninggal dunia pada usia 85 tahun di Magelang, Jawa Tengah pada Rabu (15/3), pukul 19.30 WIB. Jenazah rencananya akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta untuk didekatkan dengan pusara istrinya, Fatimah Francisca.
Nomo didiagnosia mengidap penyakit gula dan kolesterol yang tinggi dalam pemeriksaan kesehatan tiga hari terakhir. Menurut putra bungsunya, Reza Koeswoyo dalam sepekan terakhir Nomo mengalami sakit namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit.
"Sudah hampir seminggu ini sakit, tapi tidak mau dibawa ke dokter. Sampai tiga hari lalu, dia minta dipanggilkan dokter. Dicek ternyata gula dan kolesterol tinggi," ujar Reza, tadi malam.
Baca juga: Film Asal Malaysia Berjudul Pulau Bakal Tayang di Indonesia
Reza mengaku pada Rabu pagi, ayahnya sempat minta dimandikan dan buang air. Namun saat dibopong, Nomo tiba-tiba lemas dan pupil matanya mengecil dan akhirnya meninggal dunia.
Diketahui Nomo Koesyowo lahir pada 21 Januari 1938. Ia meninggalkan tiga orang anaknya Chicha Koeswoyo, Helen Koeswoyo, dan Reza Koeswoyo. Nomo juga meninggalkan tiga adiknya Yok Koeswoyo, Koestami, dan Ninuk
Baca juga: Menduduki Puncak Peringkat Netflix, The Glory Part 2 Ditonton 123 Juta Jam
Berita duka disampaikan Sari Koeswoyo di akun Instagram-nya. "Telah berpulang ke rahmatullah Ayahanda kami/Kakak, Pakde, Paklek, Akung kami, Koesnomo Koeswoyo Bin Koeswoyo pada Rabu, 15 Maret 2023, pukul 19:30 WIB Di Magelang," ujar Sari.
Sari meminta maaf atas kesalahan Nomo Koeswoyo. "Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan Almarhum. Semoga Almarhum husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan semoga kami keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan." (Z-3)
Dunia musik Indonesia berduka dengan wafatnya Nomo Koeswoyo. Berikut perjalanan karir drumer Koes Bersaudara.
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dia kehilangan nyawa di Arab Saudi setelah terjatuh dari lantai dua sebuah gedung tempatnya bekerja pada 18 Desember 2025.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Lima santriwati yang hanyut sudah ditemukan semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved