Sabtu 22 Januari 2022, 14:45 WIB

Ridwan Kamil Bangga dengan Film "Before, Now &Then"

Mediaindonesia.com | Hiburan
Ridwan Kamil Bangga dengan Film "Before, Now &Then"

ANTARA
Film berbahasa Sunda Before, Now & Then (Nana) karya sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Isfansyah dan Gita Fara

 

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya film berbahasa Sunda "Before, Now & Then" (Nana) untuk tayang di Festival Film Berlin.

"Ini ada peristiwa bersejarah. Ada film Indonesia finalis festival film Berlin dan pertama kali berbahasa daerah yaitu berbahasa Sunda," kata Ridwan Kamil dalam keterangannya dikutip Sabtu (22/1).

Baca juga: Lagu Sahabat Dulu Dapat Apresiasi, Prinsa Mandagie Bersyukur

"Before, Now & Then" (Nana) merupakan film karya sutradara Kamila Andini dan diproduseri oleh Ifa Isfansyah bersama Gita Fara yang terseleksi untuk tayang perdana di Program Kompetisi Utama 72nd Berlin International Film Festival.

Capaian itu dikatakan Ridwan perlu diapresiasi terlebih Pemprov Jabar turut memberikan dukungan dalam produksi film tersebut.

Menurut Ridwan pengakuan dunia terhadap karya anak bangsa patut diapresiasi mengingat saat ini isu kebhinekaan sedang menjadi sorotan.

"Apalagi dengan isu bahasa kebhinekaan yang jadi sorotan, prestasi ini sangat membanggakan menunjukan jangan malu berbahasa daerah, lestarikan bahasa daerah dengan cara baru melalui medium film, konten dan sebagainya," ujarnya.

"Terbukti dengan kreativitas itu dunia menghargai. Kalau dunia menghargai masa bangsa kita kurang menghargai. Jadi ini poinnya kebangkitan bahasa daerah di dunia internasional melalui masuknya film Nana di Berlin Internasional Film Festival," lanjut Ridwan Kamil.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Benny Bachtiar menuturkan tradisi budaya bisa mendunia jika dikemas dengan konsep yang baik.

"Kita bisa membuktikan bahwa tradisi budaya itu bisa mendunia. Ini sejarah bagi masyarakat Sunda," kata Benny.

Film "Before, Now & Then" (Nana) bisa menjadi momentum bagi pemerintah maupun industri film tanah air agar lebih mengeksplorasi potensi sejarah lokal untuk diangkat menjadi sebuah karya. Apalagi, kata Benny, banyak cerita legenda Sunda yang bisa diangkat jadi sebuah film.

"Kita kan ada legenda Lutung Kasarung, Nyi Roro Kidul itu kan ceritanya bisa diangkat dan bisa memperkaya nuansa budaya nasional," kata dia.

"Before, Now & Then" (Nana) diperankan oleh Happy Salma, Laura Basuki dan Ibnu Jamil dengan latar tahun 1960 mengangkat kisah hidup Raden Nana Sunani yang di adaptasi dari penggalan novel  "Jais Darga Namaku" karya Ahda Imran. (Ant/OL-6)

Baca Juga

MI/Sumaryanto Bronto

Synchronize Fest Rilis 100 NFT Sekaligus Jadi Tiket Seumur Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:10 WIB
NFT ini dapat dimenangkan oleh 100 pemilik tiket #TimNonRefund yang beruntung melalui sistem pengundian secara langsung melalui...
DOK Pribadi.

Edukasi, Drg Tri Putra Bikin Konten Pembersihan Karang Gigi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 17:05 WIB
Dalam proses dokumentasinya, dokter Tri mengakui bahwa memang dibutuhkan waktu lebih lama untuk membuat video sambil dirinya praktik kerja...
Visinema

Nirina Zubir Sebut Keluarga Cemara 2 Angkat Keresahan Ibu-Ibu Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 16:40 WIB
Mengomentari trailer yang baru saja dirilis, Nirina Zubir sebut permasalahan atau konflik yang diangkat oleh Keluarga Cemara 2 akan dekat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya