Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut perayaan hari ulang tahun ke-50, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar acara pertukaran budaya antarnegara.
Kali ini, KCCI mengadakan ajang lomba Cipta Lagu K-Pop untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Lagu yang dibuat warga negara Indonesia dan akan dinyanyikan bintang K-Pop yang dinilai mampu memberikan nilai budaya yang bagus.
Lomba Cipta Lagu K-Pop yang berlangsung sebulla ini berhasil menarik perhatian anak muda Indonesia dengan menggaet karya sebanyak 200 lagu untuk kedua genre.
Hasil karya pemenang yang akan dinyanyikan dan diaransemen ulang oleh musikus Korea Selatan (Korsel). Tak hanya itu, ajang lomba lagu K-Pop juga menawarkan total hadiah yang cukup menggiurkan.
Lomba yang didukung KCCI dibuka untuk umum dan dapat diikuti oleh individu maupun kelompok ini memiliki dua kategori perlombaan, yakni kategori ballad dan dance music.
Setelah melewati proses penjurian yang dilakukan oleh komposer asal Korea Selatan, berikut pemenang Lomba Cipta Lagu K-Pop kategori Ballad terdiri dari Juara 1: Mochammad Ibrahim- Tak Percaya Lagi Cinta, Juara 2: Ramadhani Syah Fitri- Lucid Dream, dan Juara 3: Gabriella CL- Thank You.
Sementara itu, pemenang Lomba Cipta Lagu K-Pop bergenre dance music, sebagai berikut Juara 1: Nazwa Anggraini- Berlarilah, Juara 2: Kevin Pratama- Bungkam. dan Juara 3: Ikrom Tia Ismail- Utuh
Dalam acara pengumuman lomba yang dipandu oleh Olivia Ilona sebagai host yang juga merupakan musisi, Mochammad Ibrahim, pemenang kategori Ballad dan Nazwa Anggraini, pemenang kategori Dance Music membagikan cerita dibalik proses kreatif pembuatan karya tersebut. .
Kepada Olivia dalam wawancara virtual, Baim atau Mochammad Ibrahim mengatakan proses kreatif pembuatan lagu “Tak Percaya Lagi Cinta” cukup singkat.
Kemudian, pria asal Makassar yang berprofesi sebagai komposer ini mengajak rekannya untuk membawakan lagu yang dibuatnya.
Lebih lanjut, Baim mengatakan lagu “Tak Percaya Lagi Cinta” terinspirasi dari cerita cinta orang sekitar.
Dalam pembuatan karya, Baim tidak terlalu pusing dengan hasil lomba yang diikutinya. Menurutnya, yang terpenting adalah bisa memiliki karya yang dapat dipamerkan ke khalayak.
“Sebagai musisi saya merasa tertantang dan ingin membuktikan karya saya di hadapan orang banyak. Terlepas karya yang saya buat disukai atau tidak, menang atau tidak itu tidak masalah.” ujar Baim dengan semangat.
Sedangkan Nazwa, pemenang kategori Dance Music membagikan cerita kali pertama lagu Berlarilah dibuat. Terinspirasi dari MV “Red Velvet- Peek A Boo” dan film “Ready or Not”, lagu Berlarilah sebenarnya memiliki lirik berbahasa Korea.
Namun, setelah melakukan translasi ke Bahasa Indonesia dan terjadi perbedaan makna, akhirnya Nazwa mengubah beberapa lirik.
“Jadi, lagu ini dibuat tahun lalu. Proses pembuatan liriknya sendiri selama 2 hari. Nah, awalnya aku buat lirik dalam Bahasa Korea namun karena kurang cocok akhirnya aku ubah ke Bahasa Indonesia.” ujar wanita asal Kalimantan.
Hasil karyanya akan diaransemen ulang oleh musikus korea, Baim dan Nazwa mengatakan dirinya sangat bangga dan memiliki ekspektasi yang luar biasa. “Pasti hasilnya akan bagus banget.” ungkap Nazwa.
Lebih lanjut, keduanya berharap tahun mendatang akan banyak bermunculan ajang lomba yang memberikan peluang anak Indonesia untuk bisa bersaing global.
Dinyanyikan A Hyung dan diaransemen ulang oleh Yun Dak, lagu “Tak Percaya Lagi Cinta” dalam bahasa korea dikenal dengan “더 이상 사랑은 없는 거야 (deo isang salang-eun eobsneun geoya)” sedangkan lagu “Berlarilah” memiliki judul “What Should I Do”.
Penyanyi yang bergabung di girl group, POP ini sudah tidak diragukan lagi kemampuannya di industri musik.
Sedangkan Yun Dak sendiri adalah istilah yang digunakan Oh Tae-seok dan Oh Yoon-seok terhadap hasil karya yang diaransemen oleh keduanya.
Konsep music video keduanya yang menarik, terdapat subtitle bahasa Indonesia dan bahasa Korea dinilai akan memiliki daya tarik tersendiri di mata global. Terlebih lomba ini diprakarsai atas kerja sama kedua negara melalui Korean Cultural Center Indonesia (KCCI).
Dalam perayaan 10 tahun KCC Indonesia yang berlangsung secara virtual melalui akun Youtube channel KCC Indonesia pada Sabtu (17/7) pukul 17.30 WIB, A Hyung menyanyikan kedua lagu tersebut secara lansung untuk pertama kalinya.
Pada rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun ke-10 KKC Indonesia, Sunny Dahye dan Lee Sang Gu juga turut hadir memeriahkan acara.
Tidak hanya itu, KCC Indonesia juga menggelar fan meeting dengan Indonesian K-Pop Fans yang memiliki keterampilan nyanyi dan dance yang luar biasa.
Adapun music video keduanya dapat dilihat pada Youtube Channel KCCIndonesia. music video ballad “Tak Percaya Lagi Cinta” https://www.youtube.com/watch?v=FJxS54uVxEE dan music video dance “What Should I Do (Berlarilah)” https://www.youtube.com/watch?v=hoFzbwLuNW4. (RO/OL-09)
PADA Oktober 2025, seharusnya ada festival musik yang mendatangkan para idola K-Pop termasuk salah satu member BTS. Namun, acara tersebut gagal.
Rosé BLACKPINK mencuri perhatian Grammy 2026 lewat penampilan ikonik, nominasi tiga kategori utama, dan aksi bersejarah di panggung bersama Bruno Mars.
Lagu "Golden" dari film Netflix "KPop Demon Hunters" mencetak sejarah sebagai lagu K-pop pertama yang meraih Grammy.
Grammy Awards ke-67 siap digelar di LA! Intip prediksi pemenang Album of the Year, peluang sejarah bagi Rosé (Blackpink), hingga daftar penampil bertabur bintang.
Ketahui hal penting sebelum nonton Extraction Tygo, film aksi spin-off Extraction yang dibintangi Lisa Blackpink. Fakta syuting Lisa di Tangerang.
Sejarah baru K-pop tercipta. Rose BlackPink resmi tampil solo di main stage Gramy Awards 2026
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved