Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PIPIET Kamelia, perempuan kelahiran 1995 ini merupakan salah satu perempuan berhijab yang mampu menginspirasi muslimah lainnya. Sibuk menjalani profesi sebagai seorang atlet pencak silat bukanlah penghalang dalam menunaikan kewajiban sebagai perempuan muslimah.
Justru hal tersebut merupakan pembuktian dirinya bahwa perempuan berhijab bisa tetap aktif dan mampu berprestasi asal tekun dan gigih dengan profesi yang dijalani.
Salah satu pembuktian diri dari Pipiet sebagai seorang atlet pencak silat adalah medali emas yang diraihnya pada ajang Asian Games 2018 dengan meraih medali emas untuk cabang pencak silat kelas 60-65 kilogram putri.
Berbagai gelar juara juga telah diraihnya, seperti misalnya medali emas di Kejuaraan Malaysia Open 2017, dan meraih Best Female Athlete Asian 2017.
Pipiet Kamelia sebenarnya baru saja memakai hijab, pada saat memutuskan berhijab Pipiet sendiri masih merasa ragu-ragu.
Baca juga : Victoria Beckham Rambah Bisnis Kosmetik
Hal tersebut dikarenakan dirinya dituntut untuk beraktifitas berat secara fisik dan sering berkeringat. Pipiet merasa takut dengan memakai hijab dirinya akan sulit beraktifitas serta terbatasnya ruang gerak.
Namun, ia kemudian menyadari kalau berhijab merupakan bagian dari kewajiban sebagai seorang muslimah, berangkat dari hal tersebut maka dengan keyakinan dari dalam diri, Pipiet mantap memutuskan diri untuk berhijab.
“Saya mendapatkan dukungan dari banyak pihak sebagai seorang atlet pencak silat untuk memakai hijab. Di pencak silat kita diajarkan tentang ajaran agama dan juga perintah dari Rasulullah yang menuntun kita sebagai wanita muslimah untuk mengenakan hijab.” Ujar Pipiet.
Ajang Asian Games 2018 merupakan momen yang sangat berkesan bagi Pipit Kamelia. Untuk mempersiapkan diri di ajang tersebut Pipit harus menjalani masa karantina di Solo selama kurun waktu tiga tahun dan harus meninggalkan keluarga serta absen dari kampus.
Pipiet Kamelia merasa bangga ketika berhasil menyumbangkan emas untuk Indonesia. Sebagai seorang atlet perempuan berhijab, Pipiet merasa bangga karena saat ini mulai bermunculan atlet berhijab dari berbagai cabang olahraga lain yang berani menunjukkan kemampuannya.
Sebagai perempuan berhijab yang berprestasi dan menginspirasi, Pipiet Kamelia turut berpartisipasi mendukung gerakan dari Sariayu Martha Tiliaar di tahun ini. Melalui kampanye #FearlessBeauty,
Pipiet dipilih menjadi ikon untuk #FearlessHijab dimana Pipiet turut mendorong perempuan berhijab agar lebih aktif dan percaya diri menjalani aktifitas sehari-hari.
Baca juga : Patricia Gouw: Perbanyak Jalan Kaki
“Dengan semangat Fearless Hijab kami mengajak seluruh perempuan yang menggunakan hijab untuk lebih percaya diri dan tidak ragu-ragu menunjukkan bakat yang dimiliki kepada masyarakat sekitar bahkan hingga ke seluruh dunia. Hijab bukan halangan untuk tetap aktif dan berprestasi," ujar Pipiet.
Sariayu #FearlessBeauty merupakan semangat baru mencintai diri sendiri yang ingin ditularkan pada semua perempuan Indonesia. Diharapkan semua perempuan berani mendefinisikan kecantikannya masing-masing, serta mengekspresikan diri didukung oleh produk-produk Sariayu yang halal, lokal, dan aman.
Sariayu pun mendefinisikan semangat #FearlessBeauty menjadi beberapa kategori yaitu #FearlessHijab untuk mereka yang berhijab dan tetap aktif, #FearlesstoExplore untuk mereka yang tak pernah berhenti mencoba hal baru, #FearlesstoGlow untuk mereka yang selalu ingin tampil bersinar dan maksimal, serta #FearlessAging untuk mereka yang menikmati usia dengan aktif dan berkarya.
Pipiet Kamelia juga turut mengajak perempuan berhijab lainnya untuk berani berprestasi dan membagikan cerita #FearlessHijab ala mereka.
Caranya melalui ikut serta dalam kompetisi Fearless Beauty dengan memposting foto mereka di media sosial Instagram menggunakan tanda pagar (tagar) #FearlessHijab #FearlessBeauty
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved