Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Avengers: Endgame bukanlah babak balas dendam ke Thanos. Film ini menjadi ode bagi sang peneroka saga Avengers satu dekade silam, manusia besi, sekaligus menyorongkan penutup saga Avengers penuh emosi hangat.
AVENGERS: Endgame menjadi dahaga yang paling dinanti para fandom komik Marvel maupun mereka yang hanya mengikuti saga filmnya. Setelah pertarungan di Avengers Infinity War (2018) Thanos memusnahkan separuh semesta, termasuk hilangnya beberapa jagoan Marvel, tentu menjadi guliran jawaban pada babak akhir waralaba Avengers.
Namun, bila sekadar mencari jawaban cara para hero tersisa mengalahkan Thanos (Josh Brolin) dalam Endgame, ini hanya sebagian dari durasi sepanjang tiga jam film yang lebih bermain pada irisan emosional para karakter. Sejak film pertamanya, Iron Man (2008) hingga Endgame, sudah ada 22 film Marvel Cinematic Universe (MCU). Pada bagian awal, Endgame menyajikan kilasan berbagai kejadian seusai Thanos menjentikkan jari menggunakan keenam Infinity Stones-nya. Ini menjadi pengait dari seri terakhir, termasuk untuk memberi lini masa yang tepat pada potongan klip film penyambut Endgame, Captain Marvel (2019).
Kelanjutan jawaban peristiwa setelah genosida juga bakal mengemuka di bagian awal. Sisanya, Endgame menjadi perpisahan yang penuh kejutan, ramai, membuka peluang baru, dan tentu saja visual yang mengharukan. Beberapa kali dalam setiap kesempatan, Endgame membawa kita pada adukan emosi ketimbang pertarungan bar-bar. Saat para Avengers tersisa berusaha menjalani hidup seusai musnahnya separuh jagat, sebagian dari mereka belum juga bisa beranjak dari perasaan kehilangan. Upaya mengalahkan Thanos diusik kemunculan secara tiba-tiba Scott Lang si Ant Man (Paull Rudd), yang selama ini terjebak dalam alam kuantum (real quantum), dan melewatkan ribut besar dengan Mad Titan.
Scott kemudian membujuk Steve Rogers (Chris Evans), Captain America, dan Natasha Romanoff (Scarlett Johansson), Black Widow, untuk mencoba kemungkinan yang ada, menjelajah waktu melalui contoh pengalaman yang dialami Scott. Kita tentu tahu siapa jenius di Avengers yang bisa menampung ide gila di saat tak terduga ini.
Merangkum nostalgia
Satu hal yang menjadikan Endgame terasa begitu emosional ialah adanya bangunan cerita penjelajahan waktu yang memungkinkan para Avengers mengunjungi masa lalu mereka. Misi penjelajahan waktu ini sebagai bagian dari misi 'mencuri waktu' sebelum Thanos menikmati masa pensiunnya sebagai peladang. Ini memberikan kita untuk menikmati kenangan pada klip-klip film sebelum Endgame. Bagusnya, duo sutradara, Anthony-Joe Russo, menggarap skenario yang ditulis Stephen McFeely dan Christoper Markus ini membubuhkan kebaruan adegan pada dalam latar film terdahulu yang dimasukkan sehingga tidak terjebak menjadi suatu kejemuan.
Menarik dari Endgame pula ialah porsi yang cukup dominan untuk Nebulla (Karen Gillan), anak favorit kedua Thanos setelah Gamora (Zoe Saldana) dari universe Guardian of the Galaxy (GOTG). Bahkan, ia muncul sejak scene awal, saat membantu Tony Stark (Robert Downey Jr) yang tengah mengapung di luar angkasa. Tentu ini menjadi suatu proyeksi skenario yang mengarahkan ketika premis bergulir pada upaya mengalahkan Thanos, yang paling mungkin dan dekat mengenalnya, tentu sang anak itu sendiri.
Endgame menjadi klimaks yang merangkum nostalgia dari seluruh saga MCU dengan menghadirkan semua karakter pada paruh akhir, baik mereka yang jadi aktor utama maupun para kameonya. Ini sekaligus menjadi perpisahan yang penuh emosional setelah satu dekade memulai saga ini dengan seri Iron Man yang sejak kemunculannya mengalami berbagai perubahan kostum besinya. Perubahan karakter Tony yang pada awalnya Iron Man sebagai sosok yang dingin dan cukup angkuh, bertransformasi menjadi pria yang cukup hangat sebagai seorang bapak.
Endgame juga makin menandaskan kemungkinan arah film-film yang akan muncul dari studio Marvel-Disney. Setelah para tokoh kawakan dan lama mungkin cukup untuk ditokohkan, saatnya para tokoh hero baru mengisi pos waralaba Marvel. Unsur nostalgia yang cukup berhasil dalam film ini tampaknya menjadi pertanda, apakah film dengan tema lini masa yang mundur ke belakang akan digemari penikmatnya atau sudahkah kita cukup letih untuk mengikuti hingga Endgame? (M-2)
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Tiga perangkat terbarunya yakni Xiaomi Watch S4, Xiaomi OpenWear Stereo Pro, dan Xiaomi Smart Band 10 Glimmer Edition
Kehadiran Pagaehun menjadikan Icon Bali sebagai mal pertama yang menghadirkan konser publik artis K-Pop Korea di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved