Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Momentum untuk Bersyukur

Indriyani Astuti
18/12/2017 11:05
Momentum untuk Bersyukur
(ANTARA/HAFIZ MUBARAK)

KONDUKTOR kenamaan Indonesia, Avip Priatna, 54, tak kenal lelah terus mengeksplorasi seni dan budaya Indonesia.

Pada pertunjukannya baru-baru ini dalam konser akhir tahun bertemakan keluarga yang diselenggarakan di Lippo Karawaci, pria kelahiran Bogor, 29 Desember 1962 itu sengaja menampilkan unsur keindonesiaan.

Dengan berkolaborasi bersama Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children's Choir, Kang Avip, demikian dia biasa disapa, menampilkan sejumlah lagu sebagai wujud rasa syukur dan cinta Tanah Air.

Lagu yang ditampilkan di antaranya Zamrud Khatulistiwa dan Nusantara. Tidak hanya itu, lagu-lagu Natal pun dikemas dengan versi Nusantara dan dinyanyikan dengan bahasa daerah.

"Memang sengaja, tema cinta dan terima kasih tidak hanya kepada Tuhan, tapi juga pada Tanah Air karena kita diberi satu negara dengan kekayaan berlimpah itu diungkapkan dengan lagu-lagu tadi dari Zamrud Khatulistiwa dan Nusantara. Itu suatu berkah yang harus disyukuri," ujarnya ketika ditemui seusai pergelaran Family New Year Concert di Grand Kapel, Universitas Pelita Harapan, Sabtu (16/12).

Pria yang telah banyak menorehkan prestasi di kancah internasional itu menuturkan akhir tahun tidak hanya terkait dengan perayaan, tetapi juga sepatutnya dijadikan sebagai momentum untuk senantiasa bersyukur.

"Kalau kita hanya pesta-pesta buat apa. Ini lebih untuk introspeksi diri dan melihat itu semua ialah sesuatu yang membuat kita bisa berkarya dan bermusik karena kita tinggal di Indonesia. Negara yang aman sentosa dan aman dengan teman dan keluarga yang saling mendukung," ujar pria yang pernah menjadi konduktor tamu pada acara tahunan Orchestra Ensemble Kanazawa (OEK), Jepang, 2006.

Seleksi

Avip, pada 2016 lalu, sukses mengantar The Resonanz Children's Choir (TRCC) menjadi juara umum dalam Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition di Venezia, Italia.

Kelompok paduan suara anak-anak binaan sekolah musik miliknya menang untuk kategori children's and youth choir.

Dia menjelaskan, setiap tahun memang sengaja dilakukan seleksi untuk memilih anak-anak yang tidak hanya berbakat dalam hal bernyanyi, tetapi juga punya musikalitas tinggi.

"Tidak hanya suara bagus, tetapi juga musikalitasnya. Apakah mereka bisa membaca not balok atau tidak," terang Avip.

Selain bertalenta, tutur Avip, anak-anak yang terpilih dalam TRCC merupakan yang terbaik sehingga dapat masuk paduan suara.

Selain itu, Avip bersyukur paduan suara anak-anak binaannya senantiasa mendapatkan dukungan penuh dari orangtua masing-masing.

"Tidak hanya punya talenta, mereka juga didukung orangtua," ucapnya.

Avip Priatna ialah konduktor ternama Indonesia yang memiliki prestasi-prestasi luar biasa di dunia internasional.

Awal kegiatan musik dimulai di tempat kuliahnya di Universitas Parahyangan, yang kemudian ditekuni lebih dalam dengan studi orchestra & choir conducting di University of Music and Performing Arts, Vienna. (H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya