Sabtu 26 Agustus 2017, 11:16 WIB

Musuh Perangi Perubahan Iklim

Her/M-4 | Hiburan
Musuh Perangi Perubahan Iklim

DOK. AMCTHEATRES

 

SATU dekade sudah sejak film dokumenter fenomenal perubahan iklim buatan mantan Presiden Amerika Serikat Al Gore, An Inconvenient Truth (2006). Kini sekuel dari dokumenter itu dirilis di sejumlah bioskop di Tanah Air, berjudul An Inconvenient Sequel Truth to Power.

Dalam film itu, Al Gore mengajak kita menyelami rasa frustra­sinya kendati fakta-fakta yang di­sampaikannya cukup berpengaruh besar dalam cara orang melihat fenomena perubahan iklim.

Perlawanan terhadap teori perubahan iklim pun tidak kalah kerasnya. Perubahan iklim tidak dianggap krusial karena kalah penting dengan isu-isu lain seperti terorisme. Bahkan dari kalangan media massa, perubahan iklim dianggap tidak cukup seksi untuk diberitakan.

Kehadiran dokumentar itu diharapkan memunculkan harapan baru. Pascafilm pertama, Al Gore memulai pelatihan melalui The Climate Reality Project untuk belasan ribu ‘climate leaders’ di seluruh dunia. Keyakinan Al Gore soal perubahan iklim sudah tersebar ke seluruh dunia dan mereka itu turut memperjuangkan hal yang sama.

Revolusi energi yang diusulkan Al Gore agar negara-negara beralih dari minyak bumi dan batu bara menjadi energi solar.

Sayangnya bagi para penentang gagasannya, energi solar dinilai membutuhkan investasi yang terlalu tinggi dan mudah rusak sehingga diperlukan peran para pemimpin untuk melakukan perubahan dan menentang korporasi besar pendukung bahan bakar minyak dan batu bara.

Selain menawarkan gambar-gambar yang indah dan menakutkan di saat yang sama, dokumen­ter ini membawa kita masuk ke balik layar Perundingan Paris saat terjadi perundingan alot di antara pemimpin-pemimpin dunia.

Kesenjangan ekonomi negara maju dengan berkembang menjadi kendala besar. Berbagai lobi ke pemimpin dunia dan perusahaan teknologi yang dilakukan Al Gore pun ditampilkan.

Ironisnya ketika Perundingan Paris ditutup dengan hasil yang menggembirakan, Al Gore dan dunia harus menghadapi kenyataan pahit dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang menyepelekan isu perubahan iklim dan menarik AS dari hasil perundingan tersebut.

Di akhir filmnya, Al Gore me­ngutip kalimat yang pernah dikatakan Martin Luther King tentang berbagai ketidakadilan yang terjadi. Jika ditanya seberapa lama lagi semua ini akan terjadi, butuh berapa lama hingga perjuangan untuk mengatasi perubahan iklim akan berhasil, jawabannya tidak lama lagi.

“Tidak lama lagi karena tidak ada kebohongan yang bisa hidup selamanya,” ujarnya penuh harap. (Her/M-4)

Baca Juga

Dok. MYDIO

MYDIO Sing Musictainment Hadirkan Suasana Ruang Karaoke di Rumah

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 11 April 2021, 17:31 WIB
menghadirkan dan memberikan instrumen hiburan karaoke keluarga yang sesungguhnya dengan konsep membawa keseruan dan kelengkapan fitur...
MI/Ardi

Filosofi Jawa 4S dalam Busana Muslim Batik Sogan

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Minggu 11 April 2021, 14:30 WIB
Busana dengan penerapan filosofi Jawa 4s ini hadir dalam potongan dress, luaran berupa outer hingga...
Instagram @MSCHF

Digugat Nike, Produsen Satan Shoes Tarik Produk Mereka

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 10 April 2021, 11:39 WIB
Dalam surel yang dirilis pada Jumat (9/4), perusahaan itu menawarkan pergantian penuh harga retail dan ongkos kirim untuk konsumen yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya