Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Band Cokelat Gerakan Garuda Banget

Dzulfikri Putra Malawi
20/6/2017 09:00
Band Cokelat Gerakan Garuda Banget
(DOK BAND COKELAT)

Dua dekade bukan waktu yang sebentar bagi sebuah band untuk tetap eksis di industri musik Tanah Air. Sempat berganti personel, sepak terjang mereka dalam berkarya tidak bisa dianggap remeh.

Band Cokelat yang kini dihuni Edwin Marshal Syarif (gitaris), Ronny Febry Nugroho (basis), dan Jackline “J” Rossy (vokalis) tengah siap mempersiapkan album kesembilan. Dua single Cinta Matiku dan Dikhianati yang telah dirilis dengan menggandeng produser Irwan ‘Opung’ Simanjuntak dan pencipta lagu Alam Urbach.

Baru di album ini Cokelat memutuskan untuk bekerja sama dengan produser dan pencipta lagu di luar personel mereka. Eksplorasi tersebut tidak henti dalam bentuk karya saja, saat berbincang dengan Media Indonesia, kemarin (19/6) di sebuah mal, Gandaria, Jakarta, Cokelat menuturkan rencananya untuk merilis sebuah gerakan yang disebut mereka, nonpolitis bagi Indonesia.

Sebar optimisme
Band yang dikenal dengan lagu Bendera ini akan merilis single ketiga mereka bertajuk Garuda. Bersamaan dengan itu, sebuah gerakan #GarudaBanget juga akan mereka luncurkan, rencananya pertengahan bulan depan.

“Kami merintis gerakan ini untuk membuang jauh-jauh pemikiran negatif terhadap Indonesia. Negara ini sudah sengat keren dengan segala alam dan manusia yang dimiliki. Kami pakai ikon Garuda karena itu adalah tokoh yang mempersatukan bangsa ini dengan sifat keren yang dimilikinya. Sementara kata ‘banget’ itu mewakili hal yang keren,” ungkap Rony.

Senada dengan Rony, melalui gerakan ini J juga ingin mengajak masyarakat agar berhenti menjelekkan negara sendiri. “Keadaan kemarin sudah rumit, jangan ditambah rumit lagi dengan pikiran negatif,” ujar J.

Lebih lanjut, Edwin mengatakan apa pun yang terjadi di Indonesia bukan tanpa disengaja. Ia pun kerap aktif bersuara lantang di sosial media mengenai hal ini. Namun, ia berpendapat, “bersyukurnya kita sudah kembali ke track yang lebih baik. Kami sebagai musisi ingin bicara hal-hal yang hebat dan keren untuk Indonesia, jangan jadi bangsa yang mengeluh,” serunya.

Serunya Lebaran
Walaupun Ronny dan J bukan muslim, pluralisme menjadi sahabat mereka sejak kecil. J yang keluarga besarnya berada di Salatiga, selalu mengantarkan saudara-saudaranya ke masjid untuk solat Idul Fitri dan menjaga tas mereka.

Sementara itu, Ronny tahun ini kebagian menjadi tuan rumah untuk acara open house keluarga besar. Pria keturunan Ambon, Jawa, dan Manado itu memiliki keluarga besar muslim. Setiap tahunnya ia tidak pernah absen untuk acara halal bihalal.

“Kalau Ramadan tiba saya ikut sahur, ikut makan siang, ikut buka puasa, dan ikut makan malam sama keluarga,” tambahnya.

Hanya Edwin yang merayakan Idul Fitri. Momen kehangatan ini menjadi hal yang dinanti-nanti bagi Edwin dan keluarga karena ragam makanan yang tersaji begitu beragam. “Selain bisa bersilaturahim sama keluarga yang beberapa hanya ketemu setahun sekali, kulinernya jadi hal yang paling dinanti karena orangtua saya berasal dari Padang, Palembang, dan Aceh,” pungkasnya. (M-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya