Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

08/10/2025 18:35

Keseharian Pejuang Energi di Tanker Pertamina

Tanker MT Gunung Geulis milik Pertamina itu sudah terlihat di perairan Segara Anakan, perairan yang memisahkan antara Pulau Nusakambangan dengan daratan Cilacap, Jawa Tengah. Tanker dengan nakhoda Muhammad Isrofik itu membawa 100 ribu barel crude dari Senipah, sebelah utara Balikpapan, Kalimantan Timur untuk menyuplai kebutuhan kilang Cilacap. Perjalanan membawa crude sekitar 2,5 hari.

 

Isrofik sang kapten kapal dari Senipah Kalimantan, kami melewati Selat Makassar, kemudian ke arah selatan melewati Selat Lombok. “Dari Selat Lombok, kami putar haluan ke arah barat melewati Samudra Hindia ke arah Cilacap,”ungkapnya.

 

Perjalanan membawa minyak mentah bukanlah perkara mudah. Tanker harus melewati keganasan Samudra Hindia yang terkenal memiliki ombak dan alun yang tinggi. Yang spesial dari Samudra Hindia adalah alun. Alun adalah gelombang air yang memanjang dan bergulung-gulung. Karena sudah laut lepas sebelah selatan Jawa, maka alun bisa memiliki ketinggian 6-7 meter.

 

Mulai bulan September, biasanya alun dan ombak cukup tinggi dan kerap disertai dengan angin kencang serta hujan. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga agar tanker yang memuat minyak mentah itu tetap aman sampai tujuan. “Tugas utama saya sebagai kapten kapal adalah bertanggung jawab untuk seluruh kapal, kru dan muatannya serta lingkungan. Mulai dari safety, smooth operation hingga pencegahan pencemaran di laut. Karena tugas itulah, kami berkonsentrasi penuh untuk memastikan jalannya kapal, apalagi jika menghadapi medan yang berat seperti Samudra Hindia dengan alun yang tinggi,”katanya.

 

Usai dari Cilacap, MT Gunung Geulis berangkat menuju ke Kepulauan Natuna. Lagi-lagi untuk mengangkut crude. Ia sudah mulai berhitung waktu yang akan ditempuh dan tentu saja tantangan gelombang laut, angin serta cuaca yang berbeda. (Foto-foto: MI/Lilik Darmawan)

Baca Juga