Minggu 12 Maret 2017, 02:00 WIB

Kereta Pelayan Kesehatan

LILIEK DHARMAWAN | Foto
Kereta Pelayan Kesehatan

MI/LILIEK DHARMAWAN

 

SUARA mesin dari kereta masih terdengar nyaring di Stasiun Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (23/2) lalu.

Meski kereta sudah terparkir, mesin diesel tetap dihidupkan. Sekilas, dari luar kereta api (KA) yang tengah parkir di sebuah stasiun kecil di Cilacap itu tampak sama dengan kereta lainnya.

Pembeda hanya pada tulisan ‘rail clinic’ di dinding gerbong. KA itu memang merupakan kereta dengan fasilitas pelayanan kesehatan atau disebut juga kereta sehat.

Dua gerbong kereta disulap menjadi ruangan kesehatan, termasuk pemeriksaan khusus gigi, ruang ­pelayanan ibu hamil lengkap dengan peralatan ultrasonografi (USG), lalu ada juga ruangan khusus pemeriksaan mata serta ruang farmasi.

Setiap ruangan yang berada di gerbong dilengkapi dengan kursi paramedis dan pasien untuk konsultasi. Dua puluh paramedis yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, hingga bidan siap berjaga di sana.

Salah satu pasien yang tengah hamil sembilan bulan, Dewi, 22, warga Desa Sudagaran, Kecamatan Sidareja, mengaku sangat beruntung bisa memeriksakan kehamilannya. Bahkan, dia jadi tahu jenis kelamin anaknya setelah diperiksakan di rail clinic.

“Selama ini, saya belum pernah periksa USG karena paling pemeriksaan hanya ke bidan dan posyandu. Alhamdulillah calon bayinya sehat,” kata Dewi di sela-sela pemeriksaan.

Hari itu, rail clinic juga kedatangan Mbah Dayem yang telah berusia 90 tahun. Petugas dengan cekatan menggendong si mbah beserta kursi rodanya ke dalam gerbong. Meski fasilitas medis cukup lengkap, akses kereta itu memang belum mendukung pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas.

Selama sehari itu, ada 350 warga di sekitar Sidareja, Cilacap, yang dilayani di rail clinic tersebut. Pasien yang membutuhkan kacamata diberi gratis.

Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto Dwi Erni Ratnawati menjelaskan kereta itu merupakan wujud program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kereta kesehatan ini memang sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta tersebut berkeliling Jawa untuk melakukan bakti sosial khususnya kepada warga yang ada di sekitar jalur KA. Pelayanan kesehatan untuk warga gratis,” ungkapnya.

Dengan kereta itu, di sana rel bukan hanya sarana transportasi, melainkan juga penyambung harapan untuk sehat. (M-3)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Dalam Keikhlasan dan Kekhusyukan

👤Agus Mulyawan 🕔Minggu 22 Juli 2018, 00:00 WIB
SEPERTI tangan-tangan yang menggapai di pintu Kabah, begitulah perasaan jiwa ketika akhirnya bisa menatap Baitullah di akhir Juni lalu....
 MI/PANCA SYURKANI

Rusia yang Bersatu

👤FOTO DAN TEKS: MI/PANCA SYURKANI 🕔Minggu 13 Mei 2018, 01:05 WIB
JUTAAN warga mengular sepanjang 6 kilometer, melangkah perlahan menuju Lapangan Merah,...
MI/Tiyok

Dari Kos-kosan Menuju Pesantren

👤MI/Tiyok 🕔Sabtu 05 Mei 2018, 00:05 WIB
TERPIDANA kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), Setya Novanto alias Setnov, mulai Jumat (4/5) menjalani hukumannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya