Minggu 19 Februari 2017, 00:15 WIB

Menangkap Jerit Dunia

Sumaryanto Bronto | Foto
Menangkap Jerit Dunia

AP/Ameer Alhalbi, Agence France-Presse, World Press Photo

 

DUA minggu menjelang pergantian tahun, kejadian di sebuah galeri seni di Ankara, Turki, menghentak dunia. Sayang, itu bukan karena karya yang dipamerkan, melainkan pembunuhan atas Duta Besar Federasi Rusia untuk Turki Andrey Gennadyevich Karlov yang terjadi di sana. Karlov ditembak mati saat berpidato membuka pameran. Pelakunya ialah seorang aparat keamanan setempat yang sedang bebas tugas. Di samping tubuh Karlov yang tergeletak tak berdaya, sang pelaku berteriak penuh amarah sambil mengacungkan jari ke atas.

Pemandangan itu terabadikan dalam foto bidikan Burhan Ozbilici dari Associated Press. Foto itu pula yang terpilih sebagai World Press Photo of the Year 2017, menyisihkan 80.408 foto dari 5.034 juru foto di 125 negara. Foto Ozbilici memang bukanlah foto indah, melainkan mengerikan sekaligus menyayat. Bagaimanapun begitulah wajah dunia yang kita hadapi kini. Seperti juga yang terabadikan dalam karya Paula Bronstein asal Amerika Serikat. Foto tentang seorang wanita bernama Najiba yang memangku keponakannya yang terluka akibat ledakan bom di Kabul pada 29 Maret 2016. Foto ini menjadi juara pertama World Press Photo Awards 2017 untuk kategori daily life-singles.

Ratapan kesedihan yang mirip dapat dilihat pada karya fotografer asal Suriah, Ameer Alhalbi. Ia memotret dua pria yang membawa bayi melewati reruntuhan gedung setelah serangan udara di kawasan pemberontak di Salihin, Aleppo, pada 11 September 2016. Foto itu mendapat juara 2 pada kategori spot news. Pada kategori nature, foto seekor penyu laut yang terjerat jaring plastik didapuk menjadi juara 1. Foto itu milik fotografer asal Spanyol, Francis Perez. Foto yang menggelitik disuguhkan Ofifer Plaffenbach yang berhasil membidik pelari Jamaika Usain Bolt di semifi nal lari 100 meter di Olimpiade Rio 2016.

Kehebatan berlari Bolt tidak terbantahkan ketika sang manusia tercepat itu masih bisa berlari sambil menengok tersenyum melihat lawan-lawan di belakangnya. Di antara banyak duka, kemarahan, dan kenestapaan yang mendera berbagai belahan bumi, cerita kejayaan dan kebahagiaan memang selalu ada. Mengabadikan berbagai cerita kehidupan itulah yang dilakukan para pewarta foto. Lewat bidikan mereka, kita dapat memandang dunia dengan lebih nyata, dengan berbagai ronanya. (M-3)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Dalam Keikhlasan dan Kekhusyukan

👤Agus Mulyawan 🕔Minggu 22 Juli 2018, 00:00 WIB
SEPERTI tangan-tangan yang menggapai di pintu Kabah, begitulah perasaan jiwa ketika akhirnya bisa menatap Baitullah di akhir Juni lalu....
 MI/PANCA SYURKANI

Rusia yang Bersatu

👤FOTO DAN TEKS: MI/PANCA SYURKANI 🕔Minggu 13 Mei 2018, 01:05 WIB
JUTAAN warga mengular sepanjang 6 kilometer, melangkah perlahan menuju Lapangan Merah,...
MI/Tiyok

Dari Kos-kosan Menuju Pesantren

👤MI/Tiyok 🕔Sabtu 05 Mei 2018, 00:05 WIB
TERPIDANA kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), Setya Novanto alias Setnov, mulai Jumat (4/5) menjalani hukumannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya