Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Teluk Lamong Pangkas Seperlima Biaya Logistik

Iqbal Musyaffa
20/5/2015 00:00
Teluk Lamong Pangkas Seperlima Biaya Logistik
((Dari kiri) Dirut Terminal Teluk Lamong Prasetyadi, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kemenhub Adolf Tambunan, Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto, dan Kepala Otoritas Pelabuhan Kelas Utama Tanjung Perak Wahyu Hidayat berbincang setelah jumpa pers di Jakart)
PT Pelabuhan Indonesia III (persero) merampungkan pembangunan Terminal Teluk Lamong tahap I yang akan beroperasi pada 22 Mei mendatang. Dengan beroperasinya terminal perluasan Pelabuhan Tanjung Perak seluas 38,86 ha tersebut, biaya logistik khususnya untuk wilayah timur Indonesia dapat ditekan hingga 15%-20%.

Direktur Utama Terminal Teluk Lamong Prasetyadi dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin, mengatakan dwelling time pada terminal baru tersebut hanya empat hari. Waktu tunggu mulai dari bongkar barang hingga keluar pelabuhan itu dua kali lebih ringkas ketimbang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Teluk Lamong punya dermaga internasional yang bisa angkat container dua kali sekaligus sehingga bisa menekan biaya," ungkap Prasetyadi.

Biaya logistik di terminal baru tersebut dapat ditekan karena efisiensi pelayanan yang dilakukan di dalam pelabuhan. Semua mekanisme pelayanan menggunakan sistem daring.

Teluk Lamong menggunakan sistem operasi otomatis dan ramah lingkungan. Hampir seluruh alat-alatnya dioperasikan menggunakan tenaga listrik dan gas.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan pembangunan Terminal Teluk Lamong bertujuan mengantisipasi membeludaknya barang di Pelabuhan Tanjung Perak. "Pembangunan sudah dilakukan sejak 2010. Terminal ini akan digunakan untuk melayani peti kemas domestik dan internasional, serta curah kering dengan standar pangan," tutur Djarwo.

Kapasitas terminal tahap pertama itu sebesar 500 ribu teu (twenty-foot equivalent unit) peti kemas domestik dan 1 juta teu peti kemas internasional. Operasi untuk curah kering akan siap pada 2016 dengan kapasitas 5 juta ton.

Selain itu, Pelindo III telah selesai melakukan revitalisasi alur pelayaran barat Surabaya (APBS). "APBS merupakan akses masuk ke kawasan pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya. Ini sudah berhasil kita perdalam dan perlebar," pungkas Djarwo.

Pelindo III mendapatkan masa konsesi untuk pengoperasian Terminal Teluk Lamong selama 72 tahun dengan opsi perpanjangan selama 30 tahun.

Konsesi Makassar
Di kesempatan terpisah, Kementerian Perhubungan memberikan hak konsesi pengusahaan terminal peti kemas Makassar New Port tahap I selama 70 tahun kepada PT Pelindo IV (persero). Terminal tahap I yang bisa menampung 400 ribu teu peti kemas itu ditargetkan beroperasi pada 2018.

Penandatanganan perjanjian konsesi dilakukan di Jakarta, kemarin, antara Kementerian Perhubungan dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar dan Pelindo IV.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit, biaya konsesi 2,5% pendapatan kotor Pelindo IV dibayarkan ke negara sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP) selama periode konsesi.

Dalam perjanjian konsesi, Pelindo IV menanggung seluruh biaya investasi sebesar Rp1,9 triliun.

"Nanti totalnya (tahap I dan II) mencapai kira-kira 3,5 juta teu," papar Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV Mulyono. (Bow/E-1)

[email protected]





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya