Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Program Magang Ciptakan Wirausaha Muda di Sulsel

MI/Faw
15/12/2015 00:00
Program Magang Ciptakan Wirausaha Muda di Sulsel
(Istimewa)
PROGRAM magang nasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) diserbu ratusan peminat. Selama lima hari pembukaan pendaftaran, ada sekitar 690 orang yang mendaftar. Dari jumlah itu yang berhak mengikuti program magang  hanya 100 orang. "100 orang wirausaha pemula ini kita sebar di 24 koperasi dan UKM yang ada disini disesuaikan dengan minat bidang usahanya", papar Kepala Balai Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Azis Bennu, pada acara penutupan Program Magang Bagi Wirausaha Muda, di Kota Makasar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/12). Acara tersebut juga sekaligus penutupan secara simbolis untuk program Magang Nasional 2015 di seluruh Indonesia. Dalam program tersebut, lanjut Abdul Azis, mereka diberikan pembekalan dari para pengusaha dari HIPMI dan Apindo, termasuk pembekalan dari Kementrian Koperasi dan UKM RI. Mereka digembleng untuk menjadi pengusaha yang baik dan mampu menangkap peluang bisnis. "Peserta magang ini terus mendapat pendampingan dari Pemda dan Kemenkop UKM agar tetap menggelora menjadi wirausaha pemula," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yusran, seorang peserta magang mengatakan bahwa program magang nasional 2015 yang diikutinya ini menambah ilmu dan teman baru. Juga bisa menciptakan ide bisnis baru untuk bisa diwujudkan. "Yang jelas, program magang ini dapat menjadi jembatan untuk mengembangkan ide kreatif kita untuk berbisnis", kata Yusran. Salah satu peserta dari UKM yang dijadikan tempat magang, Yuliyanti seorang pengusaha bakeri merk 'Dewi Sandra' mengatakan bahwa menjadi wirausaha itu bukan sebatas mimpi yang tak bisa diwujudkan. "Menjadi wirausaha itu pilihan yang musti diperjuangkan. Apalagi, banyak program dari pemerintah, terutama dari Kemenkop UKM, untuk bisa mewujudkan mimpi anak muda menjadi seorang pengusaha", yakin Yuliyanti.

Mental Kuat
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Prakoso BS memmotivasi wirausaha muda di Sulsel untuk terus berkembang. "Semua pengusaha yang sukses itu pasti pernah mengalami kegagalan. Tapi, dalam berbisnis itu harus konsisten. Bila gagal, jangan banting stir ke bidang usaha lain", pesan Prakoso. Begitu juga sebaliknya, lanjut Prakoso, ketika usahanya sukses, laris di pasar, jangan pernah sesekali mengurangi kualitas produk atau jasa hanya untuk meningkatkan keuntungan. "Jadi pengusaha itu harus jujur. Jadi wirausaha itu butuh mental perjuangan yang kuat", tegas dia.

Selain itu, kata Prakoso, dalam berwirausaha itu harus mampu memenej keuangan perusahaannya. Jangan sampai meleset karena bisa menghancurkan usaha. "Harus disiplin dalam pengelolaan sebuah usaha", imbuh dia. Menurut Prakoso, tujuan dari program magang nasional yang sudah digulirkan sejak 2012 itu adalah untuk menularkan 'virus' dari para wirausaha sukses yang dijadikan tempat magang menular kepada para wirausaha muda peserta magang. "Jadi pengusaha itu harus percaya diri, jangan rendah diri. Dengan program magang ini diharapkan mampu merubah mind-set peserta magang untuk menjadi pengusaha yang baik dan sukses", jelas Prakoso.

Prakoso pun menunjuk Jepang sebagai tempat belajar filosofi sebagai pengusaha yang baik. Di Negeri Sakura tersebut, ada sebuah perusahaan makanan (kue)? yang usianya sudah mencapai 800 tahun. "Ada pengusaha kaya buka toko makanan. Bila konsumen yang datang dari kalangan orang kaya, para pelayannya yang akan melayani. Kalau dari kalangan bawah yang datang, maka si pemilik toko itu yang akan menyambutnya dengan penuh rasa hormat. Mengapa?  Kalau orang kaya itu makan kue ini biasa, tapi bagi kalangan bawah harus lama menabung untuk bisa menikmati produk kue saya. Pesan moralnya adalah kita harus menghargai produk kita sendiri", papar Prakoso.

Prakoso menjelaskan, program magang nasional ini sepanjang 2015? sudah diikuti sekitar 3.300 orang dari 33 provinsi. Bukti keberhasilan dari program magang ini ialah Masdir, 30, alumni program magang tahun 2013. Dia mendapat dana wirausaha pemula Rp10 juta. "Kini perusahaannya mempunyai omset sampai 300 jutat perbulan dengan 6 orang tenaga kerja, dan yang juga membanggakan sekarang menjadi salah satu tempat magang," ujar Prakoso. Diharapkan,i peserta magang wirausaha tahun 2015 akan mnejadi Masdir-Masdir lainnya, sehingga apa yg diharapkan tumbuh wirausaha, terciptanya lapangan kerja dan pengurangan pengangguran dan kemiskinan dapat lebih cepat tercapai.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya