BANK Indonesia memberikan penghargaan kepada bank dan perusahaan pelapor terbaik lalu lintas devisa (LLD), devisa hasil ekspor (DHE), sistem informasi debitur (SID), dan laporan bulanan bank umum (LBU).
Kepala Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Pelaporan BI Wiwiek Sisto Widayat mengatakan kriteria umum penilaian, antara lain, terkait dengan kepatuhan terhadap ketentuan BI, kualitas dan kuantitas data, ketepatan penyampaian laporan, serta kerja sama dan kecepatan respons petugas pelapor terkait dengan kepatuhan terhadap ketentuan BI.
Khusus untuk pelaporan DHE dilihat dari kriteria nilai DHE yang diterima, rasio nilai DHE terhadap freight on board (FOB), pemberitahuan ekspor barang (PEB) yang sesuai, rasio kelengkapan dokumen pendukung PEB, dan pernah atau tidaknya eksportir dikenai sanksi.
"Dalam pengawasan DHE empat tahun terakhir, kepatuhan terhadap laporan DHE meningkat menjadi 96% dengan kepatuhan sektor migas 92% dan nonmigas 97%," ungkap Wiwiek dalam Temu Akhir Tahun di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, kemarin.
Di sisi lain, penetapan bank sebagai pelapor terbaik ditentukan antara lain berdasarkan kepatuhan terhadap ketentuan pelaporan DHE, LLD, LBU, dan SID.
"BI juga memberikan penghargaan khusus kepada tiga eksportir berkinerja baik yang beroperasi di wilayah terkena dampak asap di Sumatra dan Kalimantan," imbuh Wiwiek.
Yang cukup menarik ialah munculnya nama BP Berau Ltd sebagai satu-satunya perusahaan penyabet penghargaan pelapor terbaik dari sektor migas. BP Berau Ltd terpilih menjadi terbaik kedua untuk kategori kepatuhan eksportir pelapor devisa hasil ekspor.
Saat menanggapi hal itu, Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, selama ini pihaknya memang mewajibkan perusahaan migas melaporkan dana dari transaksi ke BI sebagai transparansi.
Terkait dengan kesuksesan BP Berau Ltd, Elan menyebut tingginya angka ekspor menjadi faktor perusahaan itu meraih penghargaan. Selama ini, BP Berau Ltd memang mengekspor keseluruhan hasil produksi.
"Tidak banyak yang meng-ekspor karena kebanyakan untuk dalam negeri," ujarnya ketika dihubungi, kemarin. (Ire/Bow/E-1)