Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pakai Genset Apung PLN Lebih Efisien

MI
09/12/2015 00:00
Pakai Genset Apung PLN Lebih Efisien
(MI/RAMDANI)
PRESIDEN Joko Widodo resmi melepas kapal pembangkit listrik (marine vessel power plant) Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang disewa PT PLN (persero) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemarin.

Kapal pembangkit listrik itu akan langsung menuju Amurang, Sulawesi Utara, untuk mengalirkan listrik ke sistem interkoneksi kelistrikan 150 kilovolt Sulawesi Utara-Gorontalo (Sulutgo).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan kapal pembangkit berkapasitas 120 megawatt tersebut disewa dari perusahaan Turki, Karpowership, selama lima tahun. Total ada lima kapal pembangkit yang disewa PLN. Selain Karadeniz, empat sisanya akan diadakan secara bertahap hingga Juni 2016.

Menurut Sofyan, kapal itu akan menjembatani waktu sampai PLN selesai membangun PLTU dan PLTG Gorontalo yang berkapasitas 100 Mw. PLTG Gorontalo ditargetkan kelar pada awal 2016, sedangkan PLTU baru akan selesai dalam tiga tahun ke depan.

"Ini hanya menjembatani sampai PLTU kami jadi karena pemadaman di sana sudah dilakukan 4-6 jam setiap hari," ujar Sofyan.

"Mulai beroperasinya di Amurang mudah-mudahan pada 23 Desember sudah bisa. Nanti disambungkan ke transmisi di sana," sambungnya.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan program kapal pembangkit listrik sangat dibutuhkan untuk mengatasi defisit listrik yang masih terjadi di berbagai daerah, khususnya di Indonesia Timur. Menurut dia, pembangkit listrik di atas kapal sangat cocok diadakan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Setiap saya ke daerah, ke provinsi, kabupaten, kota, selalu keluhannya kurang listrik, krisis listrik, mati lampu. Selain program 35 ribu Mw, diperlukan program yang cepat (seperti ini) untuk mengatasi itu," terang Presiden.

Lebih efisien   
Secara teknis, PLN mengklaim kapal pembangkit yang menggunakan bahan bakar HVO tersebut dapat menghasilkan efisiensi sebesar Rp350 miliar per tahun jika dibandingkan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Sofyan menjelaskan harga sewa kapal dan pembangkit yang dikenakan kepada PLN dari Karpowership dikenakan menurut jumlah daya yang disalurkan kepada masyarakat, yakni sebesar Rp1.850 per kWh.

"Harga tersebut lebih murah ketimbang biaya produksi PLTD yang memakan Rp2.000-Rp3.000 per kWh.

"Lebih lanjut, Presiden Jokowi mencetuskan telah meminta pemerintah Turki dan Karpowership untuk membangun kapal pembangkit listrik di Indonesia, tidak lagi hanya mendatangkan kapal dari Turki.

"Kebutuhan kita untuk kapal banyak sekali. Tadi mereka sudah menyampaikan untuk membangun di Indonesia. Mungkin join dengan perusahaan BUMN atau swasta," ujar Jokowi.

Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan kerja sama tersebut sudah didiskusikan dan arahnya Turki akan membangun kapal pembangkit dengan kapasitas 40 Mw di Indonesia. Menurutnya, kapal pembangkit tersebut nantinya juga akan diluncurkan ke wilayah Indonesia Timur. (Pol/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya