MESKI belum meluncur seluruhnya di frekuensi 1.800 Mhz, tercatat sudah lebih dari 10 juta ponsel pintar berteknologi 4G terdaftar di Indonesia, berdasar data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), awal November 2015. Jumlah ponsel pintar yang menggunakan teknologi 4G itu diprediksi akan terus membanjiri pasar Indonesia pada 2016 mendatang dengan harga murah jika dibandingkan dengan saat ini yang harganya masih cukup mahal.
Saat ini, beberapa vendor tercatat sudah mulai merilis ponsel berteknologi 4G di harga Rp1 jutaan, yakni Evercoss, Polytron, dan Lenovo. Namun, pemerintah menginginkan harga ponsel berteknologi 4G di masa depan berada di angka Rp600 ribuan. "Pemerintah terus memikirkan bagaimana harga device terjangkau oleh daya beli masyarakat. Tiga tahun mendatang, harga handset 4G diharapkan sudah di angka Rp600 ribu," ucap Menkominfo Rudiantara, dalam acara Indonesia Golden Ring Awards ke-7, di Jakarta, Senin (16/11). Saat merilis dua ponsel 4G-LTE perdananya, di Jakarta, awal November lalu, Ricky Tanudibrata, Chief Marketing Officer (CMO) Evercoss, berharap ponsel berteknologi terkini dengan harga ringan akan membuat pemerataan akses kepada seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, tanpa terkecuali.
"Ini merupakan ponsel pintar 4G pertama dari Evercoss, sebagai bukti bahwa kami serius menggarap pasar 4G LTE. Masyarakat Indonesia menantikan ponsel pintar 4G berkualitas dengan harga terjangkau. Jadi, ini merupakan jawaban kami kepada konsumen," sebut Ricky. Dua ponsel milik Evercoss yang berteknologi 4G-LTE ialah Winner T3 seharga Rp999 ribu dan Elevate Y3+ harga khusus Rp1,499 juta. Elevate Y3+ memiliki layar 5 inci yang ditenagai chipset Mediatek prosesor quadcore 1,0 GHz.
Vendor lokal lain, MITO mengaku akan memulai memasuki pasar 4G di Indonesia pada 2016 mendatang. "Untuk 4G di kuartal pertama 2016 karena proses sertifikasi 4G itu lebih lama daripada yang lain, menyangkut TKDN (besaran komponen lokal) dan izin postelnya. Harganya perkiraan Rp1 jutaan," ucap CEO MITO Hansen Lie, saat meluncurkan produk tablet teranyarnya, T35, di Jakarta, belum lama ini. Untuk rencana itu, MITO pun terus mempersiapkan diri khususnya memperkuat layanan purna jual yang saat ini sudah berada di lebih dari 30 kota di Indonesia. "Untuk chipset-nya, saya belum bisa ngomong sekarang. Lihat nantilah," ujarnya.
Lebih cepat Kenapa sih harus 4G? Teknologi 4G merupakan teknologi jaringan internet super cepat generasi ke-4 berbasis internet protocol (IP) yang membuat proses transfer data jadi lebih cepat dan stabil. Jaringan internet 4G mampu memberikan kecepatan unduh dan unggah 3x lipat ketimbang generasi sebelumnya, yakni 3G. Sementara itu, long term evolution (LTE) merupakan standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA.
LTE disebut-sebut sebagai jaringan nirkabel tercepat saat ini, sebagai penerus jaringan 3G. Lebar pita frekuensi akan menentukan kecepatan jaringan. Untuk lebar pita 10 MHz, kecepatan bisa sampai 70 Mbps, sedangkan untuk 15 MHz, kecepatannya bisa tembus hingga 100 Mbps. Ambil contoh, saat Anda mengunduh file sebesar 1 GB dengan kecepatan 100 Mbps, itu bisa diselesaikan dalam waktu 80 detik atau kurang dari 2 menit.
Sementara itu, dengan kecepatan 10 Mbps, dibutuhkan waktu hingga 800 detik atau 13 menit. Bandingkan dengan 2G yang hanya 0,064 Mbps, dengan 3G/HSPA sebesar 5,76 Mbps, dan dengan 3G/HSPA+ sebesar 11,5 Mbps. Dengan kemampuan yang dimilikinya itu, ponsel berteknologi 4G jelas akan menjadi kebutuhan wajib di masa yang akan datang. Menurut CEO XL Axiata Dian Siswarini, pemanfaatan teknologi 4G yang tepat mampu menciptakan efisiensi dan penciptaan peluang bisnis baru. "Di Jerman, ambulans sudah pakai teknologi 4G. Lewat aplikasi remote diagnostic (diagnosis jarak jauh), para dokter dapat memberikan penanganan yang tepat kepada pasien-pasien yang berada dalam situasi kritis secara real time," sebutnya.
Penataan jaringan Di Indonesia, Kominfo mulai menjalankan rencana pembukaan izin frekuensi 1800 MHz sejak pertengahan 2015 lalu hingga bulan ini. Hingga saat ini, jaringan 4G di Indonesia sudah mencakup beberapa kota besar, di antaranya Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, Bandung, Makassar, dan Medan. Penataan frekuensi tersebut terbagi ke 42 gugus. Dimulai dari wilayah luar Jawa, penataan akan berakhir di wilayah Jakarta. Empat operator GSM terlibat dalam penataan tersebut, yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan Hutchison 3.
Sebagai dukungan terhadap tumbuhnya industri terkait dengan teknologi 4G di dalam negeri, pemerintah menetapkan aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) perangkat 4G sebesar 30% yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2017 mendatang. Dengan regulasi dan penataan yang sudah dibuat, Presiden Direktur Smartfren Merza Fays berharap teknologi 4G di Indonesia bisa meningkatkan kualitas kehidupan di Indonesia di masa yang akan datang. "Saya agak miris kalau cuma digunakan untuk FB, Twitter, dan media sosial lain. Mestinya 4G bisa lebih dimanfaatkan di industri kreatif kita," ujarnya.