Rabu 25 Januari 2017, 08:11 WIB

Literasi Perempuan masih Rawan

Fathia Nurul Haq | Ekonomi
Literasi Perempuan masih Rawan
 

SURVEI Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 memperlihatkan 29,66% dari total 9.680 responden di Indonesia telah memahami dan terampil menjelaskan produk-produk jasa keuangan. Rasio literasi itu naik dari 21,84% pada survei serupa di 2013.

Pada kelompok responden laki-laki, tingkat literasinya 33,52%. Sementara hanya 25,69% dari total responden perempuan yang sudah terliterasi. Hal sama terjadi pada tingkat inklusi keuangan alias rasio pengguna jasa keuangan.

Menurut Kepala Departemen Literasi Keuangan Agus Sugiarto, gejala ketimpangan itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. "Di mana-mana, data empiris di seluruh dunia, perempuan termasuk kelompok yang vulnerable (rentan)," ucapnya dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin. Tentu saja, lanjutnya, pemerintah tidak akan tinggal diam dengan fenomena ini. Apalagi, perempuan memegang peranan kunci dalam edukasi keluarga sehingga amat krusial meningkatkan literasi keuangan mereka.

"Perempuan akan menjadi salah satu prioritas," janji Agus. Selain perempuan, kelompok rawan nantinya akan ditambah dengan penyandang disabilitas. Selain itu, penekanan pada wilayah timur Indonesia perlu digenjot dengan menilik literasi mereka yang masih kalah dari wilayah lain.

Ekonom Universitas Padjadjaran Ina Primiana mengatakan sosialisasi yang lebih fokus kepada masyarakat, khususnya perempuan, dapat membantu mempercepat peningkatan literasi dan rasio inklusi. Menurutnya, metode sosialisasi lewat komunitas bisa digunakan agar info juga sampai kepada mereka yang aktivitasnya berkutat pada wilayah domestik. "Bisa melalui kelompok arisan atau pertemuan RT/RW," saran Ina.

Komunitas lokal bukan melulu ada di ranah domestik. Ina juga menyarankan pemanfaatan pertemuan formal pada organisasi-organisasi yang memiliki anggota perempuan. "Jadi kalau targetnya perempuan pengusaha, bagaimana model literasi yang bisa disampaikan kepada mereka. Menurut saya, dalam rakerda ataupun rakernas bagus juga kalau ada materi pengenalan industri jasa keuangan," tutur Ina.

Risiko
Perihal risiko, OJK menemukan sebagian masyarakat relatif belum begitu memedulikan risiko soal produk dan layanan jasa keuangan. "Berdasarkan survei kami, pengetahuan masyarakat tentang risiko dari produk jasa keuangan hanya 36,25%, lebih rendah daripada pengetahuan soal fitur dan manfaatnya yang masing-masing 84,16% dan 86,57%," kata anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono.

Tingkat literasi yang membaik tidak menjamin masyarakat aman dari investasi bodong. "Ternyata itu tidak memengaruhi pengambilan keputusan. Mereka masih percaya pada hal yang tidak pasti, bahkan tidak begitu memedulikan keabsahan," ujar Kusumaningtuti.

Di lain hal, Territory Channel Manager Indonesia Kaspersky Lab SEA Donny Koesmandarin mengatakan kejahatan siber akan semakin canggih dan diprediksi bakal banyak menyerang sektor jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi. "Kenapa begitu? Karena orientasi mereka hanya uang dan di sana sumber keuangan," jelasnya. (Sru/Ant/E-1)

Baca Juga

Dok.BAnk Jago

Perkuat Posisinya, Bank Jago Luncurkan Aplikasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 09:08 WIB
Teknologi modern Jago juga memfasilitasi integrasi yang cepat dan aman dengan sejumlah mitra digital ekosistem menggunakan APIs. Jago telah...
DOK POS INDONESIA

Pos Indonesia Berbagi Jutaan Takjil Gratis pada POSweet Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 05:00 WIB
PT Pos juga akan memberikan undian gratis berhadiah 15 paket umrah bagi pelanggan yang bertransaksi pada 20 April-31 Mei...
Dok BKPM

Perubahan BKPM Jadi Kementerian Sudah Terprediksi

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 15 April 2021, 03:25 WIB
PERUBAHAN nomenklatur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi bukan hal yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya