Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Cahya Mulyana
03/4/2026 19:27
Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
ilustrasi.(MI)

PT Hutama Karya (Persero) mengungkapkan proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya saat ini masih berjalan dan ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun ini. Pelaksana tugas (Plt) Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menyampaikan, hingga saat ini progres pembentukan holding terus dilakukan melalui koordinasi intensif dengan calon entitas yang akan bergabung.

Hamdani menjelaskan, perusahaan bersama calon holding secara rutin menggelar Project Management Office (PMO) untuk mendukung proses merger. Melalui PMO tersebut, berbagai aspek mulai dari human capital, operasional, hingga sistem telah mulai diselaraskan guna mempercepat integrasi.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan besar, khususnya terkait kondisi keuangan sejumlah BUMN karya yang akan digabungkan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut saat ini berada dalam kondisi struktur keuangan yang belum sehat, sehingga pemerintah memprioritaskan proses penyehatan dan restrukturisasi terlebih dahulu sebelum integrasi dilakukan.

Ia menambahkan, restrukturisasi tersebut ditargetkan dapat rampung pada pertengahan tahun ini, sehingga proses integrasi bisa segera dimulai setelahnya.

"Sehingga mulai pertengahan itu proses integrasinya mulai dan diharapkan akan bisa terjadi selesai di akhir tahun," ujarnya di Jakarta, Kamis malam (2/4).

Hamdani juga berharap tidak ada hambatan baru yang mengganggu jalannya proses merger. “Mudah-mudahan tidak ada lagi hali lintar-hali lintar lagi yang membuat kita terkejut-terkejut lagi,” tambahnya.

Di sisi lain, HK juga terus menjalankan penugasan strategis pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Dari total target sekitar 2.800 kilometer, hingga Oktober 2025 telah terbangun sepanjang 1.235 kilometer.

Hamdani menjelaskan, pembangunan JTTS menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks, mulai dari kontur perbukitan hingga lembah yang memerlukan ketelitian tinggi dari sisi teknis maupun keselamatan. "Ada juga yang harus menembus bukit, ada terowongan yang tentunya itu juga menjadi pekerjaan yang super spesial," tuturnya.

Ia menjelaskan pembangunan terowongan menjadi pekerjaan yang tidak umum di Indonesia sehingga membutuhkan perencanaan yang sangat matang. Menurutnya, aspek teknis tidak bisa disamaratakan dan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Sebagai gambaran, Hutama Karya telah menyelesaikan sekitar 1.100 kilometer jalan tol sejak 2016. Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan teknis dan non-teknis, termasuk aspek sosial, Hamdani memperkirakan keseluruhan proyek JTTS dapat memakan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun untuk diselesaikan. (Ins/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik