Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Program KNMP Diklaim Bikin Pendapatan Nelayan Melonjak 75 Persen

M Ilham Ramadhan Avisena
01/4/2026 15:09
Program KNMP Diklaim Bikin Pendapatan Nelayan Melonjak 75 Persen
Program KNMP diklaim dongkrak pendapatan nelayan.(Antara)

KANTOR Staf Presiden (KSP) mengklaim Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai menunjukkan dampak nyata. Di lokasi percontohan Samber Binyeri, Biak Numfor, Papua, program ini disebut mampu mendongkrak produktivitas, pendapatan nelayan, hingga membuka lapangan kerja baru setelah fasilitas penunjang dibangun dan distribusi hasil tangkapan dibenahi.

Kepala KSP Muhammad Qodari mengatakan produktivitas nelayan di Samber Binyeri naik dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per nelayan per tahun, atau melonjak 101%. Frekuensi melaut juga meningkat dari 9 hari menjadi 13 hari, naik 44%.

“Frekuensi melaut juga bertambah dari 9 hari menjadi 13 hari, atau naik 44%,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Menurut dia, kenaikan itu ditopang oleh hadirnya fasilitas seperti pabrik es, gudang beku, dan dermaga terintegrasi. Sarana tersebut dinilai membuat kualitas ikan lebih terjaga sekaligus memperlancar distribusi.

Qodari menilai dampak paling terasa terlihat pada kenaikan pendapatan nelayan. Pendapatan bulanan nelayan di kawasan itu disebut meningkat dari Rp4,35 juta menjadi Rp7,73 juta, atau naik 75%.

Tak hanya itu, nilai tambah ekonomi di kawasan tersebut juga diklaim melonjak dari Rp1,57 miliar per tahun menjadi Rp4,57 miliar per tahun, atau naik 190 persen. Kenaikan ini terjadi karena nelayan disebut tak lagi hanya menjual ikan mentah, tetapi mulai masuk ke rantai usaha yang lebih panjang, termasuk pengolahan dan distribusi.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya,” kata Qodari.

Ia menambahkan, program itu juga menciptakan efek berganda terhadap lapangan kerja. Di lokasi percontohan, jenis pekerjaan disebut bertambah dari 2 menjadi 12, mulai dari pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner. Jumlah tenaga kerja juga meningkat dari 120 orang menjadi 170 orang, atau naik 47%.

Secara nasional, KNMP diproyeksikan mampu menyerap 27.000 tenaga kerja, terdiri atas 20.000 tenaga kerja nonpermanen dan 7.000 tenaga kerja permanen. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya