Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Ihfa Firdausya
30/3/2026 19:32
147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Masa Angkutan Lebaran 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Senin (30/3).(https://kemenhub.go.id)

MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan jumlah orang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (13-29 Maret 2026) mencapai 147,55 juta orang. Angka itu naik 2,53% dari hasil survei yang sebelumnya diperkirakan berjumlah 143,92 juta orang.

Untuk jumlah penumpang angkutan umum, Menhub menyebut terdapat kenaikan 10,87% selama masa Angkutan Lebaran tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari 21,23 juta penumpang menjadi 23,51 juta penumpang.

Untuk rincian per moda transportasi, moda angkutan jalan mencatat 3,89 juta penumpang, naik sebesar 11,64% dibandingkan 2025 yaitu 3,49 juta penumpang. Kemudian moda angkutan laut sebanyak 2,02 Juta penumpang, naik sebesar 9,86% dibandingkan 2025 yaitu 1,84 juta penumpang.

Moda angkutan udara sebanyak 4,77 juta penumpang, naik sebesar 6,97% dibandingkan 2025 yaitu 4,47 juta penumpang; moda kereta api sebanyak 7,31 juta penumpang atau naik sebesar 10,13% dibandingkan 2025 yaitu 6,64 juta penumpang; dan moda penyeberangan sebanyak 5,52 juta penumpang atau naik sebesar 15,36% dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang.

Rincian Moda Angkutan Umum Tahun 2026:

  • Jalan: 3,89 juta
  • Laut: 2,02 juta
  • Udara: 4,77 juta
  • Kereta api: 7,31 juta
  • Penyeberangan: 5,52 juta

Sementara dari sisi keselamatan, data Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026 sebanyak 3.517 kejadian. Angka itu disebut mengalami penurunan sebesar 6,31% dibandingkan tahun sebelumnya dengan total 3.754 kejadian.

Fatalitas kecelakaan pun mengalami penurunan sebesar 31,19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebanyak 300 jiwa, dibanding Angkutan Lebaran 2025 sejumlah 436 jiwa.

"Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi. Tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional," ujar Dudy dalam keterangannya, Senin (30/3).

Menhub terus mendorong penguatan keselamatan, termasuk pelaksanaan ramp check, pengawasan di lapangan, serta pengendalian lalu lintas yang terintegrasi. Demikian pula dengan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi untuk meningkatkan respons terhadap dinamika di lapangan.

Di sisi lain, katanya, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan. "Transportasi haruslah menjadi sebuah upaya memindahkan orang dan barang, seraya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," pungkasnya. (Ifa/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya