Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendorong investasi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Hingga kini, total realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai sekitar Rp366 triliun.
Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Iftar Media Gathering yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (12/3). Kegiatan bertema Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi itu menjadi forum komunikasi antara pemerintah dan media untuk menyampaikan perkembangan kebijakan serta capaian pengembangan KEK di Indonesia.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, mengatakan kondisi ekonomi makro Indonesia saat ini masih tergolong solid.
“Secara umum, angka indikator makro Indonesia masih cukup bagus. Mulai dari data yang disampaikan BPS hingga inflasi yang secara siklus memang mengalami kenaikan,” kata Susiwijono.
Ia menambahkan sejumlah indikator ekonomi lain juga menunjukkan tren positif. “PMI kemarin naik cukup tinggi, di atas 53, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Indikator ritel, indeks keyakinan konsumen, dan beberapa indikator daya beli juga masih cukup baik. Jadi, kondisi makro kita sampai hari ini masih sangat solid dan kuat,” ujarnya.
DAMPAK KEK
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, memaparkan dampak KEK terhadap perekonomian daerah, termasuk perbandingan indikator ekonomi antara wilayah yang memiliki KEK dan yang belum.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp82,6 triliun atau sekitar 98% dari target yang ditetapkan. Penyerapan tenaga kerja juga melampaui target dengan mencapai 88.541 orang.
“Capaian ini menunjukkan bahwa KEK terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah,” kata Rizal.
Ia menambahkan hasil kajian Prospera dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menunjukkan wilayah dengan KEK mampu menarik investasi hingga 77% lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK.
KEK BATANG
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengelola KEK juga memaparkan program pengembangan kawasan masing-masing. KEK Industropolis Batang, misalnya, fokus pada penguatan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan tenaga kerja.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan pelatihan yang digelar mencakup keterampilan menjahit untuk industri sepatu, desain dan printing, hingga pelatihan bahasa Inggris.
“Program pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi pekerja di KEK Industropolis Batang, tetapi juga calon tenaga kerja agar kebutuhan tenaga kerja di kawasan dapat terpenuhi secara seimbang,” ujarnya.
Sejak 2022 hingga 2025, lebih dari 1.800 peserta telah mengikuti pelatihan tersebut. KEK Industropolis Batang juga menjalin kerja sama dengan 29 sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mendorong transformasi pendidikan vokasi di Kabupaten Batang.
KEK NONGSA
Sementara itu, Direktur Utama PT Taman Resor Internet (Tamarin) selaku pengelola KEK Nongsa, Mike Wiluan, menyampaikan kawasan tersebut fokus mengembangkan talenta digital melalui program pelatihan vokasi Infinite Learning.
“Program ini bekerja sama dengan mitra global seperti Apple Developer Academy, RMIT University, Red Hat, dan IBM, dan hingga kuartal IV 2025 telah diikuti lebih dari 8.000 peserta,” kata Mike.
Ia menambahkan Infinite Studios di KEK Nongsa juga telah memproduksi lebih dari 20 film berskala internasional dan saat ini tengah mengerjakan 10 proyek animasi yang melibatkan sekitar 160 tenaga kerja.
KEK GRESIK
Sementara itu, External Relation dan Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan kawasan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kontribusi tersebut tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Gresik yang naik dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan tingkat pengangguran di Gresik juga berhasil ditekan dari 8% menjadi 5,47% dalam lima tahun terakhir.
KEK SANUR
KEK Sanur yang dihadiri oleh Vice President Corporate Planning & Strategic Delivery Unit, Ade Saputra menjelaskan bahwa KEK Sanur memiliki dua fokus utama, yaitu sektor kesehatan dan pariwisata.
"Kehadiran KEK Sanur diharapkan dapat meningkatkan daya saing layanan kesehatan di dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan rumah sakit di luar negeri," ujarnya.
Selama ini terdapat empat faktor yang mendorong masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri, yaitu ketepatan diagnosa, keahlian dokter, teknologi, dan biaya.
"Oleh karena itu, KEK Sanur akan mengadopsi konsep Top Notch Brands, Best Technology and Medicines, Medical and Wellness Expertise, dan Seamless Experience dalam pengembangan layanan kesehatan di kawasan tersebut," papar Ade. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved