Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Resimen Mahasiswa Indonesia bersama Praktisi Maritim Indonesia dan insan pers menggelar acara buka puasa bersama yang diinisiasi oleh PT Pancuracahayu Wahyu. Kegiatan tersebut berlangsung di Horison Arcadia Mangga Dua, Jakarta, Kamis (12/3).
Acara yang mengusung tema “Bersama Membangun Negeri Dengan Mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)” itu dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema, serta perwakilan akademisi, praktisi maritim, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers.
Pimpinan PT Pancuracahayu Wahyu sekaligus Ketua Panitia, Hilman Suryawijaya, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan Ramadan.
“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah sebagai sarana mempererat tali persaudaraan (silaturahmi), meningkatkan rasa kebersamaan, serta berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (13/3).
Hilman juga menekankan pentingnya mencintai produk dalam negeri agar mampu bersaing di tengah derasnya produk impor.
“Pentingnya mencintai produk dalam negeri, sehingga tidak tergerus oleh ketatnya persaingan produk dari luar negeri. Karena menurutnya, hasil karya anak bangsa mutu maupun kualitas tidak kalah dengan produk impor, sehingga harus tetap dipertahankan,” katanya.
Ia menilai tema kegiatan tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sementara itu, Praktisi dan Akademisi Maritim Datep Purwa Saputra mengatakan diskusi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya meningkatkan penggunaan produk lokal sesuai kebijakan pemerintah.
“Bahwa pemerintah menghimbau agar seluruh pengusaha mendorong unit usaha menengah maupun kecil ke atas, untuk memberikan kesempatan dengan menggunakan produk dalam negeri,” ujarnya.
Ia mencontohkan penggunaan produk keselamatan pelayaran seperti life jacket yang merupakan hasil karya anak bangsa.
“Misalnya hasil karya anak bangsa melalui produk lokal life jacket tidak bisa dianggap sepele. Karena jika meningalkan kapal tanpa menggunakan life jacket tingkat resikonya amat tinggi,” kata Datep.
Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran, Indang Nurkajati, menambahkan pihaknya telah melakukan serangkaian pengujian terhadap produk life jacket yang diproduksi oleh PT Pancuracahayu Wahyu sebelum memberikan sertifikat persetujuan.
“Sebelum dapat sertifikat approval merek produk life jacket kita lakukan beberapa tahapan uji, ada pengujian uji apung, uji kekuatan, daya jaketnya, materialnya hingga tahapan uji drop test-nya,” ujarnya.
Ia menyebut hasil pengujian menunjukkan produk tersebut memenuhi standar keselamatan pelayaran.
“Ternyata hasil daripada pengujian life jacket atau pelampung hasil produksi dari PT. Pancurawhahyu di bawah pimpinan Bapak Hilman Suryawijaya ini lulus pengujian,” tandasnya. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved