Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Membelah Sawah di Lereng Merapi, Tol Prambanan-Purwomartani Bikin Mudik Lebih Kilat

Insi Nantika Jelita
13/3/2026 14:43
Membelah Sawah di Lereng Merapi, Tol Prambanan-Purwomartani Bikin Mudik Lebih Kilat
Tol Prambanan–Purwomartani hadir sebagai jalur baru yang mempercepat perjalanan para pemudik. Ruas sepanjang 11,5 kilometer (km) ini akan dibuka secara fungsional mulai Senin (16/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026).(MI/Insi Nantika Jelita)

MEMBELAH hamparan sawah di lereng Gunung Merapi di kawasan timur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, ruas tol Prambanan-Purwomartani hadir sebagai jalur baru yang mempercepat perjalanan para pemudik. Ruas sepanjang 11,5 kilometer (km) yang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo ini akan dibuka secara fungsional selama 14 hari, mulai Senin (16/3) hingga Minggu (29/3). Selama periode tersebut, tol dioperasikan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Media Indonesia turut menyusuri ruas tol tersebut pada Jumat (11/3) pagi bersama jajaran Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Kondisi jalan tol tampak masih dalam tahap penyelesaian. 

Beberapa rambu lalu lintas, pagar pengaman, serta marka jalan masih menggunakan perangkat temporary atau sementara sambil menunggu pemasangan fasilitas permanen. Secara teknis, ruas tol ini dapat dilalui kendaraan. Lintasan jalan terasa cukup mulus dan sudah dapat dilalui dengan baik.

Tenaga Ahli Utama Bidang Umum Humas dan Administrasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jasa Marga Jogja-Solo Ahmad Izzi mengatakan, keberadaan jalur fungsional ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan pemudik secara signifikan.

"Mungkin separuh perjalanannya, katakanlah dari Prambanan sampai ke Purwomartani biasanya 30 menit, lewat jalur ini bisa 15 menit," ujarnya di kawasan Tol Prambanan-Purwomartani, DI Yogyakarta, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan selama ini perjalanan dari Prambanan menuju Purwomartani melalui jalan nasional sering terkendala kemacetan di sejumlah titik.

Penghematan waktu ini menjadi keuntungan tersendiri bagi para pemudik yang ingin memasuki wilayah Yogyakarta maupun melanjutkan perjalanan ke daerah lain di sekitarnya. Selain mempercepat perjalanan, jalur tol fungsional ini juga diharapkan dapat membantu distribusi arus kendaraan agar tidak seluruhnya menumpuk di jalan nasional dan jalan perkotaan.

Izzi menuturkan Gerbang Tol Purwomartani akan dioperasikan secara fungsional oleh PT Jasa Marga Yogyakarta–Solo selama masa libur Lebaran 2026.

"Secara fungsional artinya jalan tol ini sudah bisa dan layak untuk dilalui," imbuhnya.

Izzi menjelaskan Jalan Tol Yogyakarta-Solo secara keseluruhan memiliki panjang 96,57 km dan menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Solo dengan Yogyakarta.

Saat ini pengguna jalan yang datang dari Solo hingga Prambanan sudah dapat melintasi jalan tol secara normal.

"Jalan tol ini sudah operasi secara normal, artinya sudah bertarif," tutur Izzi.

Sementara itu, segmen Prambanan hingga Purwomartani akan dibuka secara fungsional tanpa tarif selama masa mudik Lebaran. "Dan ini juga khusus untuk kendaraan golongan 1, kendaraan kecil, non-bis," bilangnya. 

Pengoperasian ruas tol fungsional ini juga bersifat situasional dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Izzi mengatakan keputusan operasional juga akan mengikuti pertimbangan pihak kepolisian.

"Jadi, semua ini juga bergantung dari keadaan lapangan nantinya," bilangnya. 

Tol fungsional ini juga hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang akan meninggalkan Yogyakarta menuju arah Solo, Jakarta, maupun Surabaya. Pengoperasian tol belum dibuka untuk kendaraan yang masuk ke Jogja karena kondisi persimpangan sebidang di jalan nasional masih belum tuntas. Hal ini disebabkan lahan yang dibutuhkan belum seluruhnya bebas. 

"Kepolisian menilai jika tetap dipaksakan dibuka untuk arus masuk Jogja, kondisi di persimpangan tersebut justru berpotensi menimbulkan kemacetan dan menyulitkan banyak pihak," terangnya.

Pihaknya memperkirakan kapasitas Gerbang Tol Purwomartani selama masa mudik Lebaran tahun ini meningkat dengan dapat melayani hingga 17 ribu kendaraan per hari.

"Itu prediksi kami ya, meningkat dibandingkan Lebaran tahun lalu yang sekitar 14 ribu kendaraan," kata Izzi.

Pengoperasian jalur fungsional ini juga akan dilengkapi dengan petugas di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.

Meski telah dapat dilalui, Jasa Marga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati karena ruas tol tersebut masih dalam tahap penyempurnaan.

"Sekarang ini sedang dalam pelaksanaan penyempurnaan, terutama dari fasilitas atau sarana pendukungnya. Jadi, tetap pemudik berhati-hati saat melintas. Kecepatan maksimum 40 km per jam," tegasnya.

Kelancaran Mudik

Dalam kesempatan sama, Kepala Bidang Preservasi II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY Direktorat Bina Marga Aris Rudianto Nugroho menyatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiagakan posko di ruas Janti-Prambanan. Posko tersebut dilengkapi petugas yang berjaga serta sejumlah material darurat untuk menjaga kemantapan jalan apabila sewaktu-waktu diperlukan penanganan cepat.

Selain itu, untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, Bina Marga juga menyiagakan Unit Peralatan dan Perbekalan (UPP) di Tanjung Tirta. Di lokasi tersebut tersedia sejumlah alat berat seperti ekskavator, wheel loader, dan dump truck yang dapat digunakan jika terjadi bencana atau gangguan pada jalan nasional.

"Secara keseluruhan terdapat empat lokasi UPP yang disiagakan, yakni di Pekalongan, Yogyakarta, Semarang, dan Buntu," jelasnya.

Seluruh unit tersebut beroperasi dengan sistem siaga 24 jam dan dilengkapi petugas piket yang dapat dihubungi kapan saja apabila terjadi keadaan darurat.

Di posko-posko yang disiapkan, tidak hanya petugas dari tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan satuan kerja yang berjaga, tetapi juga melibatkan penyedia jasa, baik kontraktor maupun konsultan, untuk bersama-sama mendukung kesiapsiagaan selama periode Lebaran.

Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, khususnya di kawasan Simpang Jombor yang memiliki titik rawan banjir di underpass Kentungan. Di lokasi tersebut disiagakan personel serta peralatan pompa sebagai langkah antisipasi apabila pompa yang tersedia mengalami kendala.

Aris menambahkan, kondisi jalan nasional di wilayah DIY secara umum dinyatakan siap melayani arus mudik. Dari total panjang jalan nasional sekitar 307 km yang terbagi dalam 40 ruas, tingkat kemantapan jalan mencapai 97,96 persen. 

"Saat ini kondisi jalan juga dipastikan telah bebas lubang," ungkapnya.

Meski demikian, petugas dari PPK tetap disiagakan di lima posko yang tersebar di wilayah DI Yogyakarta untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat apabila ditemukan kerusakan jalan selama periode mudik.

Adapun sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan di wilayah Yogyakarta tercatat berada di enam persimpangan utama. Di antaranya Simpang Ratu Boko, Simpang Prambanan, dan Simpang Maguwo pada ruas Janti-Prambanan. Selain itu terdapat pula Simpang Perenggan, Simpang Ring Road, serta Simpang Gamping dari arah barat Yogyakarta. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya