Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Nasabah PNM Mekaar: Sekarang Bisa Makan Cukup

Windy Dyah Indriantari
11/3/2026 18:37
Nasabah PNM Mekaar: Sekarang Bisa Makan Cukup
Bincang-bincang dengan nasabah PNM Mekaar inspiratif, dipandu moderator Marissa Anita, di Menara PNM, Jakarta, Rabu (11/3/2026).(Mi/WINDY INDRIANTARI )

“DULU (anak-anak) makan satu telur dibagi tiga. Anak tidak bisa ujian karena belum membayar SPP. Sekarang bisa menyekolahkan dan bisa makan cukup,” ujar Sri Wahyuningsih, ibu tiga anak asal Lampung yang juga nasabah PNM Mekaar.

Sri dan Tati Mulyati memaparkan kisah mereka dalam bincang-bincang bertajuk Lentera Berdaya, ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar, di Menara PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Kehidupan keluarga Sri menemui titik terang saat ia mendapat modal usaha dari PNM pada 2022. Ia merintis usaha camilan basreng dengan modal Rp3 juta dari PNM.

Perlahan maupun pasti, usahanya berkembang. Kini, Sri bukan hanya nasabah PNM, tetapi juga ketua kelompok usaha PNM Mekaar. Sri membantu membimbing anggota kelompoknya untuk mengembangkan usaha. 

Keberhasilan Sri membawanya ke Jakarta bersama dua anaknya untuk berbagi kisah. “Saya baru pertama kali ini naik pesawat, ke Jakarta,” ungkapnya semringah.

Keterpurukan ekonomi menimpa Tati. Ia harus menjalani kehidupan sebagai orangtua tunggal untuk tiga anaknya.

Sempat Ragu Bayar Cicilan

Sampai kemudian, ibu asal Sumedang Utara, Jawa Barat, itu mendapat tawaran modal Rp3 juta dari PNM. Dengan disemangati anak-anaknya, Tati membangun usaha warung sembako.

“Awalnya, saya pakai meja di depan rumah, Beli sembako sedikit-sedikit. Lalu saya mulai beli etalase yang kecil, tambah stok barang dan alhamdulillah sekarang stok barang banyak,” tutur Tati.

Seiring dengan perkembangan warungnya, plafon permodalan dari PNM pun terus meningkat, hingga kini menjadi Rp12,5 juta. “Pertama kali saya sempat bingung, bisa enggak bayar setorannya (cicilan pinjaman). Tapi semangat saya untuk (membiayai) anak-anak,” ujar Tati.

Seperti juga Sri, Tati kini menjadi ketua kelompok usaha PNM Mekaar. “Alhamdulillah, karena bantuan PNM saya bisa seperti sekarang dan juga diberangkatkan umrah,” kata Tati sambil menyeka air matanya karena haru. 

Modal untuk Makan

PNM Mekaar hingga kini telah melayani 22,9 juta nasabah. Hingga kemarin, nasabah aktif tercatat sebanyak 16 juta yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan nasabah program PNM Mekaar menyasar perempuan dari keluarga prasejahtera

“Karakter nasabah Mekaar itu, hari ini bisa makan atau enggak, biisa nyekolahin anak. Paling besar plafon mereka Rp2 juta-5 juta,” kata Dodot.

Bukan berarti nasabah PNM tidak ada yang sudah masuk kelas usaha kecil bahkan menengah. Dodot mencontohkan nasabah di Bali yang sudah bisa mengekspor kulit sisik ikan. 

“Ada yang sudah mendapatkan pinjaman perbankan, tapi tetap ingin di PNM Mekaar, walaupun cuma dapat plafon Rp15 juta,” ungkap Dodot.

Dodot memastikan nasabah-nasabah yang sudah ‘naik kelas’ hingga bankable atau bisa mendapat pinjaman bank tidak menghalangi perluasan jangkauan PNM, terutana di daerah tertinggal, terdepan, dan terpencil (3T). 

Berbeda dengan fasilitas pinjaman pada umumnya, PNM tidak mengenakan sanksi denda keterlambatan oembayaran cicilan dan tidak menerapkan bunga berbunga.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya