Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Sambut Lebaran, UMK Daerah Tambang Didorong Naik Kelas

Media Indonesia
11/3/2026 13:19
Sambut Lebaran, UMK Daerah Tambang Didorong Naik Kelas
(MI/HO)

MOMENTUM Ramadan hingga Lebaran selalu menjadi musim penuh harapan bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Lonjakan permintaan pada periode ini menjadi peluang emas bagi produk kearifan lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membuktikan kualitasnya di pasar yang lebih luas.

Bagi Grup Mind Id, fenomena ini bukan sekadar siklus tahunan, melainkan manifestasi dari keberhasilan program pembinaan yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara industri pertambangan dan pemberdayaan masyarakat, produk-produk lokal kini mulai naik kelas dari skala rumah tangga menuju pasar korporasi dan ekspor.

Inspirasi dari Bangka Belitung dan Sumatra Selatan

Salah satu bukti nyata dirasakan oleh Hera, 53, pemilik merek Mirrando asal Bangka Belitung. Produsen sirup dan jelly candy jeruk kunci ini memulai usahanya dari dapur rumah. Tantangan modal dan pemasaran yang sempat menghimpit perlahan sirna setelah ia bergabung menjadi mitra binaan PT Timah Tbk.

“Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujar Hera, Senin (9/3/2026). Kini, usahanya telah berkembang pesat dan mampu menyerap belasan tenaga kerja lokal.

Optimisme serupa terpancar dari Rosi Fitriani, pemilik FnR Craft yang merupakan mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Rosi berhasil menyulap wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik bernilai seni tinggi.

Berkat pendampingan PTBA dalam hal kurasi desain dan standar kualitas, produk FnR Craft kini menembus pasar internasional, mulai dari Malaysia, Thailand, hingga Singapura.

Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Wakil Direktur Utama Mind Id, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa pembinaan UMK merupakan bagian krusial dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah operasional tambang.

"Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah bisa menjadi bagian dari rantai nilai global," tegas Dany.

Pendekatan ini selaras dengan mandat perusahaan dalam menjalankan hilirisasi sektor pertambangan. Nilai tambah yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada mineral mentah, tetapi juga merembet ke sektor ekonomi kreatif masyarakat.

Dukungan Komprehensif Grup Mind Id untuk UMK:

  • Akses permodalan melalui program pendanaan usaha mikro dan kecil.
  • Mentoring bisnis dan pelatihan manajemen keuangan.
  • Kurasi kemasan, desain produk, dan peningkatan standar mutu.
  • Penguatan strategi pemasaran digital dan e-commerce.
  • Pembukaan akses pasar melalui pameran nasional dan internasional (B2B).

Bazar UMKM Kementerian ESDM 2026

Sebagai langkah konkret memperluas jejaring, sebanyak 31 UMK binaan perusahaan berpartisipasi dalam Bazar UMKM Kementerian ESDM yang digelar pada 9 hingga 11 Maret 2026. Ajang ini menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas, kriya, wastra, hingga produk herbal dan cendera mata.

Bagi pelaku usaha seperti Hera dan Rosi, pameran ini momentum untuk melakukan market testing sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada audiens yang lebih luas di Jakarta.

Geliat UMK di wilayah tambang pada Lebaran 2026 menunjukkan bahwa sinergi antara perusahaan pelat merah dan masyarakat mampu menciptakan multiplier effect yang nyata. Nilai tambah yang dihasilkan kini hadir langsung di dapur-dapur keluarga, membawa harum nama kearifan lokal hingga ke kancah global. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya