Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDUKUNG program prioritas pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Lippo melalui pendirinya, Mochtar Riady, menghibahkan lahan seluas 31,3 ha dengan nilai total Rp 6,2 triliun untuk dibangun rumah susun apartment bersubsidi. Surat hibah lahan itu diserahkan Mochtar Riady kepada Kepala Badan Pengelola Investasi (BKI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. Penyerahan itu disaksikan oleh Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, dan Menteri PKP Maruarar Sirait. Untuk diketahui, apartemen 52 tower dengan jumlah 126.000 unit ini akan dibangun oleh Danantara akan selesai dibangun pada 17 Agustus 2028 mendatang.
“Apartemen bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama senilai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun,” ucap Rosan pada acara ground breaking apartemen bagi MBR di Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3).
Menurut Rosan, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian dari program perumahan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Poyek tersebut, demikian Rosan, akan dibangun Danantara dan ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2028. “Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase,” tutur dia.
Pada tahap pertama, kata Rosan, proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Secara keseluruhan, kawasan tersebut direncanakan terdiri atas 51 tower apartemen dengan total sekitar 126 ribu unit hunian.
"Yang penting hari ini adalah Danantara mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal pada hari ini dan yang akan mengerjakan proyek ini,” ucap dia.
Proyek tersebut, lanjut Rosan, merupakan bagian dari program pembangunan 3 juta unit rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.
Rosan menjelaskan, pembangunan 126.000 unit rusun subsidi dalam satu kawasan merupakan langkah besar yang jarang terjadi dalam satu proyek. Ia meyakini, proyek Meikarta akan memberikan dampak ekonomi yang luas, dari penciptaan lapangan kerja hingga penggerak aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Kalau kita bayangkan, 126.000 unit itu jumlah yang sangat besar. Multiplier effect-nya juga luar biasa, baik dari penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, maupun peningkatan aktivitas ekonomi,” tutur dia.
Dirinya menegaskan bahwa Danantara siap mendukung pembiayaan pembangunan 18 tower rusun subsidi tahap pertama di kawasan Meikarta senilai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Danantara akan memberikan dukungan pembiayaan penuh terhadap proyek hunian tersebut karena dinilai memiliki potensi kebutuhan pasar yang besar.
“Dari segi pembiayaannya kita akan dukung secara penuh. Karena kalau kita lihat, ini proyek yang sangat baik, dan juga supply dan demand sangat banyak,” pungkas Rosan.
Adapun luas lahan yang dihibahkan sekitar 31,3 hektare dengan asumsi estimasi nilai tanah sekitar Rp20 juta atau lebih per m2, nilai total hibah tersebut diperkirakan mencapai Rp6,2 triliun.
"Tanahnya sekitar 31,3 hektare. Kalau dihitung dengan nilai sekitar Rp20 juta per m2, nilai totalnya kurang lebih Rp6,2 triliun,” ujar Maruarar.
Maruarar memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang berperan dalam mendorong realisasi proyek tersebut, khususnya Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo sebagai figur yang aktif mendorong percepatan program tersebut dan CEO Danantara Rosan Roeslani. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam proyek ini menjadi contoh bagaimana program perumahan nasional dapat dijalankan secara lebih cepat dan efektif.
“Kami berharap pembangunan apartemen subsidi di Meikarta dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan program besar pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi rakyat Indonesia,” papar dia.
Hibah lahan 31,3 hektare, kata Maruarar, merupakan hibah terbesar yang diterima oleh pemerintah selama program 3 juta rumah dicanangkan Presiden Prabowo. Ia memberikan apresiasi kepada Mochtar dan Lippo yang sudah ikut menyukseskan program besar nasional di bidang perumahan.
Pada kesempatan yang sama, Hashim mengatakan, program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo bukan sekadar proyek perumahan, tetapi juga strategi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini benar-benar contoh Indonesia Incorporated ketika pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama untuk kepentingan bangsa,” kata Hashim.
Hashim menyampaikan bahwa saat ini, terdapat sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga yang membutuhkan rumah tinggal dan sekitar 27 juta keluarga Indonesia yang menetap di rumah tidak layak huni. Pembangunan rumah mestinya lebih dari 3 juta unit setahun agar bisa mengejar ketertinggalan. Sebab, pembangunan perumahan yang sedang berjalan memberikan dampak ekonomi luar biasa karena terdapat sebanyak 180 sektor yang ikut berkontribusi setiap kali ada pembangunan rumah.
“Karena itu, program perumahan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 2% setahun. Ditambah pembangunan sektor industri dan lainnya, target pertumbuhan ekonomi 8% bisa terlampaui,” ujar Hashim. Hashim menyampaikan apresiasi kepada Lippo yang telah menghibahkan lahan lebih dari 31,3 hektare untuk pembangunan rusun subsidi tersebut.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah kita, Pak Mochtar (founder Lippo, Mochtar Riady) dan Pak James (Founder dan Ketua Yayasan Pelita Harapan, James Riady) yang telah menghibahkan lahan. Ini langkah yang bersejarah dan luar biasa,” ujar Hashim. (E-4)
KEMENTERIAN Kesehatan berkomitmen menjalankan transformasi kesehatan, salah satunya layanan rujukan dengan menggandeng mitra swasta Siloam Hospitals Surabaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved