Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Elnusa Catat Laba Bersih Rp718 miliar Sepanjang 2025

Heryadi
06/3/2026 21:20
Elnusa Catat Laba Bersih Rp718 miliar Sepanjang 2025
Elnusa mencatat pendapatan perusahaan sepanjang tahun buku 2025 mencapai Rp14,5 triliun.(Dok.Istimewa)

PT Elnusa Tbk (Elnusa) mencatat pendapatan perusahaan sepanjang tahun buku 2025 mencapai Rp14,5 triliun, tumbuh sekitar 8% daripada tahun sebelumnya, dengan laba bersih sebesar Rp718 miliar.

“Sepanjang 2025, Elnusa mencatat pendapatan usaha Rp14,5 triliun, dan laba bersih Rp718 miliar,” kata Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Elnusa, lanjut Litta, juga menutup tahun 2025 dengan likuiditas sehat, termasuk pelunasan sukuk Rp700 miliar sebagai wujud disiplin keuangan dan komitmen Elnusa terhadap tata kelola perusahaan yang baik.

Dia menyampaikan kinerja Elnusa didukung oleh portofolio bisnis yang terintegrasi, meliputi jasa hulu migas terintegrasi, penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi, serta jasa penunjang migas.

Sepanjang 2025, segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 60% dari total pendapatan, diikuti jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28%, serta jasa penunjang migas sebesar 12%.

Komposisi itu, menurut dia, mencerminkan ketahanan model bisnis Elnusa yang mampu menghadirkan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir industri energi.

Dari sisi posisi keuangan, perseroan mencatatkan total aset Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun, dengan arus kas operasi Rp1,7 triliun. Perseroan juga mampu menjaga net profit margin di level 5,0%, yang menunjukkan kemampuan mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri energi.

Kepercayaan pasar terhadap fundamental dan arah transformasi Elnusa, lanjut dia, turut tercermin pada kinerja saham perseroan di Bursa Efek Indonesia. Hingga awal Maret 2026, saham ELSA mencatatkan kenaikan signifikan secara tahunan serta mencapai level harga tertinggi sejak perseroan melantai di bursa pada 2008. “Pada 2 Maret lalu, saham ELSA menyentuh level Rp1.050, tertinggi sejak IPO tahun 2008,” kata Litta.

Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan Elnusa.

Penguatan persepsi pasar juga didukung peningkatan peringkat kredit Perseroan oleh Pefindo menjadi idAA+ pada 2025, Sebagai perusahaan terbuka, Elnusa terus menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik, transparansi informasi, serta komunikasi yang terbuka dengan investor dan pemangku kepentingan, sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal.

Ke depan, menurut dia, Elnusa akan melanjutkan transformasi melalui penguatan inovasi, kapabilitas teknologi, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Pertamina Group guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

“Pada 2026 ini, Elnusa mengusung tema Rediscover Technology & Innovation Edge. Kami ingin menemukan kembali dan mempertajam keunggulan teknologi, serta inovasi sebagai fondasi penciptaan nilai jangka panjang,” pungkas Litta. (Ant/E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya