Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Ifishdeco Bukukan Laba Bersih Rp106,52 Miliar pada 2025

Insi Nantika Jelita
05/3/2026 21:13
Ifishdeco Bukukan Laba Bersih Rp106,52 Miliar pada 2025
Ilustrasi(Dok Ifishdeco )

PT Ifishdeco Tbk (IFSH), emiten di bidang pertambangan nikel, membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp106,52 miliar per 31 Desember 2025.

Pada 2025, Ifishdeco membukukan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp1,00 triliun, meningkat 2,90% dibandingkan Rp972,71 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan silica dari entitas anak, PT Hangtian Nur Cahaya.

Di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas, biaya produksi yang variatif, serta dinamika regulasi yang terus berkembang, Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp291,25 miliar, turun 3,46% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, laba usaha Ifishdeco mencapai Rp149,31 miliar, sedikit menurun 1,53% dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat signifikan sebesar 7,54% menjadi Rp154,27 miliar.

"Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp106,52 miliar, tumbuh 6,40% dari Rp100,11 miliar pada tahun sebelumnya," ujar Corporate Secretary PT Ifishdeco Rivka Rotua Natasya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3).

Selain itu, total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp107,11 miliar atau tumbuh 6,85% secara tahunan.

Total aset Ifishdeco per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,06 triliun, meningkat 5,24% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp1,01 triliun. Perseroan berhasil menurunkan total liabilitas menjadi Rp147,62 miliar, turun 13,12% dari Rp169,93 miliar pada tahun sebelumnya, mencerminkan pengelolaan kewajiban dan strategi deleveraging yang lebih konservatif.

Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi Rp913,16 miliar, atau naik 8,96% dibandingkan Rp838,04 miliar pada tahun 2024. Saldo laba turut menguat 6,85% menjadi Rp733,55 miliar, mencerminkan akumulasi profitabilitas yang berkelanjutan. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp79,99 miliar. 

Meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, perseroan mengaku tetap dapat menjaga posisi likuiditas yang sehat dengan saldo kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp109,29 miliar.

"Manajemen menegaskan kinerja tahun 2025 mencerminkan ketahanan Perseroan dalam menghadapi kompleksitas fundamental bisnis di tengah dinamika industri nikel yang terus berkembang," kata Rivka.

Memasuki 2026, perseroan tetap optimis terhadap pertumbuhan permintaan nikel global yang kuat, didorong oleh ekspansi sektor penyimpanan energi dan kendaraan listrik. Seiring meningkatnya risiko geopolitik yang memengaruhi industri minyak, dorongan terhadap energi bersih dan kemandirian energi menjadi semakin penting.

Selain itu, perseroan terus mencermati pergerakan Harga Patokan Mineral (HPM) Indonesia yang belakangan menunjukkan tren positif dan berpotensi memperkuat sentimen di sektor nikel nasional. Dengan struktur permodalan yang semakin solid dan tingkat liabilitas yang menurun, Perseroan optimistis dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya